Elisha Ucapkan Selamat Hari Ayah untuk Ki Seno Nugroho, Para Sinden Lain Turut Berikan Testimoni
Pesinden Elisha Orcarus Allosso menyampaikan ucapan selamat Hari Ayah kepada almarhum Ki Seno Nugroho
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Elisha Orcarus Allosso menyampaikan ucapan selamat Hari Ayah kepada almarhum Ki Seno Nugroho di acara uyon-uyon climen Wargo Laras, Kamis (12/11/2020) malam.
“Malam ini secara khusus saya ingin menyampaikan selamat Hari Ayah kepada Pak Seno. Bapak kami yang sudah memberikan banyak hal kepada kami,” kata Elisha.
Lewat tampilan di siaran langsung channel You Tube Ki Seno Nugroho, Dhalang Seno, dan Gatot Jatayu, Elisha terbata-bata menahan haru, saat menyampaikan ucapan itu, sekaligus mengenang almarhum.
Malam itu di kediaman keluarga Ki Seno Nugroho di Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul, Elisha tampil sebagai sinden sekaligus pembawa acara bincang-bincang bersama Wargo Laras.
Selain Elisha, tampil sinden Tatin, Wahyu, Prastiwi, Ndari, dan Ika Suhesti.
Baca juga: Babak Baru Kasus Video 19 Detik Mirip Gisel yang Sempat Trending twitter
Baca juga: Teruskan Kiprah Ki Seno Nugroho, Nyi Elisha, Ki Geter, Ki Kiswan Siap Tampil Mendalang Climen
Baca juga: Di Malam Tujuh Hari, Sinden Elisha Mengenang Lima Momen Paling Berkesan dengan Ki Seno Nugroho
Sinden Prastiwi merupakan sinden paling senior, paling lama mengikuti Ki Seno. Bahkan sejak awal-awal Ki Seno mendalang.
Elisha lantas memandu bincang-bincang anggota Wargo Laras di sela-sela uyon-uyon.
“Saya bingung, putus asa,” kenang Prastiwi yang mengenang Ki Seno sosok yang keras.
“Pak Seno itu atos (keras), tapi atosnya itu karena sayang pada kita semua. Bos kita itu atos tapi loma (pemurah),” lanjut Prastiwi.
“Pak Seno itu seperti masih ada di sekeliling kita,” kenang Wahyu yang sudah sekitar 15 tahun jadi sinden Ki Seno Nugroho.
Wahyu memiliki pengalaman istimewa sepanjang kariernya jadi waranggana Wargo Laras. Terutama saat ia mengalami masa-masa sulit beberapa tahun lalu.

Selama lebih kurang dua tahun, Wahyu kehilangan suara emasnya. Ia tidak mampu menembang, tapi tetap dipertahankan Ki Seno Nugroho.
Suatu saat ia mengatakan ingin mundur dari Wargo Laras, dan akan bergabubng lagi jika suaranya pulih kembali.
“Pak Seno menjawab, ngapain kamu mau keluar? Saya jawab, saya nggak enak sama teman Pak,” kenang Wahyu.
”Pak Seno bilang, kamu ikut aku, bukan orang lain. Kalau kamu nggak berangkat, kamu bakal terpuruk,” ujar Wahyu menirukan kata-kata Ki Seno.