Dirjen Perkeretaapian Mengelak Lakukan Perobohan Bangunan Cagar Budaya di Kulon Progo

Direktorat Jenderal Perhubungan Perkeretaapian mengelak telah melakukan perobohan terhadap bangunan cagar budaya

Tayang:
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani
Lokasi Stasiun Kedundang (selatan rel) yang lama dan baru dibangun (utara rel). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Direktorat Jenderal Perhubungan Perkeretaapian mengelak telah melakukan perobohan terhadap bangunan cagar budaya di wilayah Kulur, Kabupaten Kulon Progo.

Adapun bangunan tersebut yakni Stasiun Kedundang dan dua rumah dinas kepala stasiun.

Kepala Seksi Prasarana Perkeretaapian Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah Dirjen Perhubungan Perkeretaapian, Hari Susanto mengatakan pihaknya tidak mungkin merobohkan bangunan yang sudah dianggap cagar budaya.

"Ketika sudah dianggap cagar budaya tentunya ada perlakuan khusus dan kami tidak melanggar. Dengan pertimbangan seperti itu, kami membangun stasiun baru yang dilengkapi dengan peralatan fasilitas persinyalan. Kita tidak serta merta merobohkan," tuturnya Rabu (11/11/2020).

Baca juga: Pemkab Sleman Luncurkan Gebyar 2.000 UMKM Sleman untuk Tingkatkan Transaksi di HARBOLNAS

Baca juga: Meski Bantul Zona Merah Covid-19, Konsultasi Pelajaran di Sekolah Tetap Jalan 

Pihaknya juga mengatakan, tidak mungkin membangun suatu fasilitas tanpa koordinasi dengan dinas terkait.

Pantauan Tribun Jogja di lokasi sekitar gedung utama Stasiun Kedundang, yang semula tepat berada di tepi selatan jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa kini sudah lenyap tanpa jejak.

Selain itu, dua buah rumah dinas kepala stasiun di dekatnya juga turut hilang tak berbekas.

Padahal ketiga bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya daerah melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 586/A/2018 yang ditandatangani bupati saat itu, Hasto Wardoyo.

Saat ini Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian sedang membangun gedung baru Stasiun Kedundang di sebelah utara rel.

Hari menyatakan Stasiun Kedundang yang baru tersebut nantinya juga hanya difungsikan sebagai stasiun operasional untuk melayani kereta api (KA) yang akan menuju dan dari Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA).

"Jadi nanti KA dari Yogyakarta akan berjalan langsung di Stasiun Kedundang. Sementara KA dari Kutoarjo sudah diakomodir di Stasiun Wojo. Saat ini memang seperti itu tapi kita tidak tahu planning ke depannya. Cuma saat ini yang kita desain hanya untuk stasiun operasi tidak untuk naik turun penumpang," katanya saat dihubungi Rabu (11/11/2020).

Ia mengatakan pergantian lokasi stasiun dari sebelah selatan ke utara berkaitan dengan penambahan jalur KA yang sudah melalui proses Detail Engineering Design (DED) berdasarkan perhitungan di lapangan.

Baca juga: Sebanyak 6 Dusun di Purwomartani Sleman akan Terdampak Pembangunan Tol Yogya-Solo 

Baca juga: Berkenalan dengan Wanda, Siswi SD yang Belajar Daring dari Tambang Pasir Lereng Merapi

"Kita lihat kebutuhan tanah yang paling memungkinkan untuk dilakukan relokasi stasiun," kata dia.

Sehingga, pihaknya saat ini lebih fokus pembangunan track karena desainnya elevated karena akan sangat berbahaya ketika ada 4 jalur melewati perlintasan tidak sebidang. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved