Breaking News:

Sebanyak 6 Dusun di Purwomartani Sleman akan Terdampak Pembangunan Tol Yogya-Solo 

Sebanyak 6 dusun yang berasal dari Desa Purwomartani Kalasan Sleman telah diumumkan terdampak pembangunan proyek Tol Yogya-Solo.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Nanda Sagita Ginting
Sekretaris Pengadaan Tanah Jalan Tol, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil DIY, Syamsul Bahri, saat ditemui Tribunjogja.com, pada Rabu (11/11/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 6 dusun yang berasal dari Desa Purwomartani Kalasan Sleman telah diumumkan terdampak pembangunan proyek Tol Yogya-Solo.

Sekretaris Pengadaan Tanah Jalan Tol, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil DIY, Syamsul Bahri, dari 9 dusun yang ada di desa Purwomartani baru 6 dusun yang sudah finalisasi inventaris dan identifikasi.

"Dari 6 dusun ini, sudah terdata sebanyak 633 bidang yang akan dilalui proyek pembanguan tol Yogya-Solo," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Rabu (11/10/2020).

Baca juga: Kabar Penarikan Tabung Elpiji 12 Kg, Ini Kata Pertamina

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta : Tambahan 30 Kasus Baru Pada 11 November 2020

Adapun besaran bidang yang sudah diumumkan mencakup sebanyak, 54 bidang di Karanglor, 69 bidang di Kadirejo II,  95 bidang di Kadirejo II, 107 bidang di Jokowatu II, 109 bidang Temanggal I, 199 bidang di Temanggal II. 

Sedangkan, 3 dusun lagi yang masih dalam taham finalisasi meliputi, daerah Sumordaran, Bayen, dan Babadaran.

"Untuk 6 dusun yang sudah masuk tahap finalisasi, masyarakat dapat memastikan apakah lahan dan bangunan mereka terkena dari pembangunan tol ini. Nantinya, di setiap dusun akan diberikan pemetaannya. Sedangkan, pada 3 dusun lagi masih dalam proses penyelesaian inventaris dan identifikasi," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Rabu (11/10/2020).

Ia menambahkan, direncanakan proses invetaris dan identifikasi ditargetkan rampung pada awal Desember 2020.

Sementara itu, untuk pengadaan lelang dan nilai ganti rugi pihaknya masih belum bisa menentukan.

"Karena, untuk nilai dan bentuk bukan wewenang kami untuk menentukannya," ujarnya.

Baca juga: Berkenalan dengan Wanda, Siswi SD yang Belajar Daring dari Tambang Pasir Lereng Merapi

Baca juga: Sekda DI Yogyakarta Tanggapi Perubahan Jadwal Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro

Sedangkan untuk mempercepat pelaksanaannya  inventaris dan indentifikasi pihaknya akan membagi dua satuan tugas yaitu, satuan tugas A melakukan pengukuran dan satuan tugas B melakukan pengumpulan data.

Setelah rampung proses inventaris dan identifikasi di desa Purwormartani Kalasan, Sleman.

Pihaknya akan melanjutkan ke 4 desa lagi di antaranya desa Bokoharjo, Tirtomartani, Selomartani, dan Tamanmartani.

Ia menjelaskan, dalam proses indentifikasi dan inventaris bukan berarti pembebasan lahan sudah terjadi. Karena, masih banyak tahapan yang harus dilalui.

"Jadi, pengumuman ini bukan berarti sudah masuk pembebasan lahan. Karena, sejauh ini untuk luasan pembangunan tol juga belum bisa disebutkan masih banyak tahapan yang harus dilewati,"pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved