Menjaga Konsistensi Perawatan Estetika Alami Lintas Generasi
Industri estetika dan kecantikan di Indonesia terus mengalami perkembangan dinamis seiring perubahan tren dan kebutuhan konsumen.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Industri estetika dan kecantikan di Indonesia terus mengalami perkembangan dinamis seiring perubahan tren dan kebutuhan konsumen.
Di tengah ketatnya persaingan, kemampuan sebuah klinik untuk mempertahankan fondasi pelayanan berbasis bahan alami sekaligus beradaptasi dengan kemajuan teknologi menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat dari generasi ke generasi.
Salah satu pelaku industri yang mencatatkan konsistensi tersebut adalah Larissa Aesthetic Center.
Berawal dari visi menyediakan perawatan kulit berbasis bahan alami, jaringan klinik yang berdiri sejak tahun 1984 ini kini telah berkembang dan memiliki lebih dari 50 cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Larissa, Sutejo, menjelaskan bahwa kunci keberlanjutan sebuah klinik kecantikan terletak pada kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dasarnya.
Industri kecantikan saat ini dituntut untuk terus bergerak maju mengikuti perkembangan produk kosmetik dan kemunculan metode perawatan baru di masyarakat.
“Kami terus berinovasi mengikuti tren perkembangan saat ini, perubahan yang terjadi terhadap obat-obat atau kosmetik yang dipakai di masyarakat, serta terhadap munculnya perawatan-perawatan baru di industri ini," ujar Sutejo dalam konferensi pers, Kamis (11/6/2026).
Baca juga: Misteri Penemuan Mayat di Kamar dan Sumur di Banyumas Terungkap, Pelaku Ternyata Cucu Sendiri
Ia menambahkan bahwa inovasi tersebut tetap bersandar pada formula dasar yang memanfaatkan bahan-bahan alami, yang kemudian dikombinasikan dengan teknologi terkini.
Di tengah maraknya produk kecantikan di pasar digital, aspek legalitas dan standardisasi juga menjadi perhatian utama.
Seluruh produk diproduksi secara mandiri untuk memastikan kualitas bahan baku serta pemenuhan standar regulasi melalui sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) dan BPOM.
Selain pengembangan dari sisi medis dan produk, perluasan jaringan dan kemudahan akses layanan dilakukan melalui kerja sama strategis dengan sektor perbankan.
Larissa membangun sinergi bersama perbankan untuk mengintegrasikan sistem pembayaran sekaligus menyasar segmentasi pasar yang lebih muda di lingkungan pendidikan.
Sutejo memaparkan bahwa kolaborasi ini didasari oleh kesamaan visi dalam menjangkau generasi muda, yang selaras dengan rencana ekspansi melalui program Goes to Campus dan Goes to School.(*)
| Gelombang Demo di Jakarta hingga Jogja, Peringatan Keras bagi Rezim Prabowo - Gibran |
|
|---|
| Uji Coba Perahu Motor di Sungai Winongo, Hasto Wardoyo Ingin Optimalkan Patroli Kebersihan Sungai |
|
|---|
| PMII DIY Ajak Mahasiswa Suarakan Hak Rakyat Tanpa Aksi Anarkis |
|
|---|
| Gelombang Demontrasi Meluas, Prof Masduki: Ini Akumulasi Kecewa Kinerja Prabowo-Gibran |
|
|---|
| Pertamax Naik, DEMA UIN SUKA Yogyakarta: Kesehatan Fiskal Tak Boleh Abaikan Daya Beli Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Menjaga-Konsistensi-Perawatan-Estetika-Alami-Lintas-Generasi.jpg)