Yogyakarta

ASITA Sebut Status Merapi Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata di Yogyakarta

Status merapi yang dinaikan ke Siaga tidak terlalu mempengaruhi kunjungan wisata secara signifikan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Hery Setyawan, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY menjelaskan bahwa status merapi yang dinaikan ke Siaga tidak terlalu mempengaruhi kunjungan wisata secara signifikan. 

Ia mengakui, usai libur panjang akhir pekan kemarin, jumlah kunjungan wisatawan memang menurun.

Dalam beberapa minggu ke depan jumlah wisatawan akan turun terlepas dari status Merapi saat ini.

Dan menurutnya, aktivitas Merapi ini adalah kondisi yang rutin dan gejala alam yang harus dihadapi.

Baca juga: Dinas Kominfo DI Yogyakarta Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya Isu Hoaks Terkait Merapi

Bagi ASITA sendiri, Merapi memang menjadi selling point atau memiliki daya tarik tersendiri, dengan wisata minat khususnya yakni jip Merapi.

Tentu dengan kondisi siaga saat ini, hal itu tidak akan dijual untuk paket wisatanya.

Namun ia menekankan bahwa wisata minat khusus jip ini tak hanya di lereng Merapi saja.

Hal seperti itu juga ada di Kulon Progo bahkan di Tebing Breksi.

Baca juga: Begini Erupsi Gunung Merapi Yang Terjadi Tahun 2010, Erupsi Besar Terjadi, Menghasilkan Awan Panas

Di sisi lain, dari segi kedatangan kunjungan wisatawan dengan moda transportasi udara juga tidak akan terpengaruh.

Pasalnya keberadaan bandara jauh dari Merapi, yakni di YIA.  

"Jadi disinilah fungsi kita memiliki banyak destinasi wisata, ini akan membuat kita tidak kehabisan jalan apabila Merapi aktif. Dan saat ini, Yogyakarta selalu siap dalam menjalankan wisata sesuai protokol kesehatan," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved