Gunung Merapi
Begini Erupsi Gunung Merapi Yang Terjadi Tahun 2010, Erupsi Besar Terjadi, Menghasilkan Awan Panas
Mengingat Kembali Erupsi Merapi Tahun 2010. Erupsi Besar Terjadi dan Menghasilkan Awan Panas
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ada kalanya perlu mengingat kembali peristiwa masa lalu untuk tujuan mengambil hikmah agar dikemudian hari hal yang kurang baik bisa dihindari.
Erupsi Gunung Merapi tahun 2010, tepatnya pada tanggal 26 Oktober sekira pukul 17.00 WIB memang sudah berlalu satu dasawarsa.
Letusan tersebut membawa dampak kerusakan alam dan menimbulkan korban jiwa yang tak sedikit.
Berikut rangkaian aktivitas Gunung Merapi kala itu disarikan dari berbagai sumber :
Kala itu, peningkatan status dari normal aktif menjadi "waspada" dirilis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta pada tanggal 20 September 2010.
Lantaran aktivitas Gunung Merapi semakin mengarah ke gejala erupsi, akhirnya pada tanggal 21 Oktober status nya dinaikan ke level "siaga" sejak pukul 18.00 WIB.
Baca juga: Status Gunung Merapi Siaga, Prediksi soal Potensi Erupsi dan Rekomendasi BPPTKG Yogyakarta
Baca juga: Mencicipi Kopi Merapi, Salah Satu Andalan Wisata Kuliner Masyarakat Lereng Gunung Merapi
Baca juga: Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Naikkan Status Gunung Merapi ke Siaga
Pada tingkat ini kegiatan pengungsian sudah harus dipersiapkan.
Saat itu, frekuensi gempa multifase dan gempa vulkanik semakin meningkat.
Sejak pukul 06.00 WIB tangggal 25 Oktober BPPTK Yogyakarta merekomendasi peningkatan status Gunung Merapi menjadi "awas".
Untuk itu, semua penghuni wilayah dalam radius 10 kilometer dari puncak harus dievakuasi dan diungsikan ke wilayah yang dianggap aman.
Erupsi pertama pun terjadi sekitar pukul 17.02 WIB tanggal 26 Oktober 2010.
Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas yang menerjang Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.
Sejak saat itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tidak teratur. Mulai 28 Oktober, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas pada pukul 19.54 WIB.
Selanjutnya mulai teramati titik api diam di puncak pada tanggal 1 November, menandai fase baru bahwa magma telah mencapai lubang kawah.

Pada erupsi ini, rupanya terjadi pembentukan kubah lava baru, namun terjadi peningkatan aktivitas semburan lava dan awan panas sejak 3 November.