Status Gunung Merapi Siaga, Prediksi soal Potensi Erupsi dan Rekomendasi BPPTKG Yogyakarta

BPPTKG Yogyakarta memberikan beberapa penjelasan terkait peningkatan status gunung Merapi menjadi level Siaga

Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo
Letusan Merapi November 2010 dari Bukit Bintang, Pathuk, Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi yang berada di wilayah perbatasan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah saat ini berstatus Siaga (level III).

Peningkatan status Gunung Merapi tersebut ditetapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, per Kamis (5/11/2020).

BPPTKG Yogyakarta pun memberikan beberapa penjelasan terkait peningkatan status gunung berapi paling aktif di Indonesia tersebut.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan dasar ditetapkannya peningkatan status Gunung Merapi ini adalah intensitas kegempaan dan pengukuran deformasi atau penggembungan tubuh Gunung Merapi yang semakin meningkat.

Baca juga: Berada di Radius 6 Kilometer dari Puncak Merapi, Warga Kaliurang Barat Siapkan Mitigasi Bencana

Baca juga: Hari ini, Warga 3 Desa Daerah Bahaya Merapi di Magelang Mengungsi

Menurut BPPTKG Yogyakarta, potensi terjadinya erupsi Gunung Merapi pun bisa terjadi setiap saat.  

Hanik memprediksi, erupsi yang akan terjadi pada Gunung Merapi kali ini memiliki karakter utama efusif.

Namun bisa juga dimungkinkan diiringi dengan letusan eksplosif dengan eksplosivitas kecil.

“Masih ada kemungkinan efusif, tapi sekarang ini potensi eksplosif lebih nyata karena sampai dengan pemantauan kubah lava pada 3 November kemudian dengan seismisitas dan energi yang lebih tinggi dari erupsi 2006, pada saat menjelang munculnya kubah lava sudah melampaui dari data 2006 untuk saat ini, padahal di puncak permukaan hingga 3 November belum muncul kubah lava,” papar Hanik.

Gunung Merapi
Gunung Merapi (VolcanoYT)

Meskipun demikian, data yang ada hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda erupsi Gunung Merapi seperti 2010.

“Sampai saat ini belum ada tanda erupsi seperti 2010,” imbuhnya.

Ditanya terkait prediksi kapan puncak erupsi Gunung Merapi akan terjadi, Hanik mengatakan ilmu eksakta tidak dapat menjawab hal itu.

“Puncaknya erupsi Merapi kami eksaktanya tidak tahu, belum ada teori yang menentukan kapan puncak suatu erupsi akan terjadi. Yang pasti data terus kami pantau, perkembangan terus kami sampaikan,” beber Hanik.

Sebelumnya, Gunung Merapi telah berstatus waspada (level II) sejak 21 Mei 2018.

Dengan meningkatnya status menjadi siaga, potensi bahaya yang semula berada dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi, kini ditingkatkan menjadi 5 km. 

Puncak Merapi dari Pos Babadan
Puncak Merapi dari Pos Babadan (Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumargo)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved