Gunung Merapi
Mencicipi Kopi Merapi, Salah Satu Andalan Wisata Kuliner Masyarakat Lereng Gunung Merapi
Mencicipi Kopi Merapi, Salah Satu Andalan Wisata Kuliner Masyarakat Lereng Gunung Merapi
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi menyimpan daya tarik wisata alam yang mampu mendatangkan ribuan wisatawan, khususnya di akhir pekan.
Selain potensi alamnya yang indah, kehidupan masyarakat di lereng Gunung Merapi sebagai petani kopi juga menjadi aset berharga bagi pengembangan wisata.
Salah satu potensi alam yang perlahan sukses menjadi ikon wisata di lereng Gunung Merapi adalah hadirnya Kopi Merapi, yakni kopi yang dihasilkan dari perkebunan kopi di lereng Gunung Merapi.
Wisatawan bisa menikmati kopi asli hasil perkebunan lereng Gunung Merapi, salah satunya langsung di Desa Petung, Kepuharjo, Cangkringan.
Baca juga: Ini Dia Profil Gunung Merapi, Ada Kisah Mbah Marijan Hingga Kopi Merapi
Baca juga: BREAKING NEWS : Status Gunung Merapi Resmi Naik ke Level Siaga
Di sini ada Kedai Kopi Merapi yang dikelola oleh Sumijo, salah satu petani kopi di lereng Gunung Merapi.
Kedai kopi ini berjarak sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Ditemui belum lama ini, Sumijo menuturkan, selain bisa menjajal kenikmatan kopi merapi, pengunjung atau wisatawan bila menghendaki juga bisa langsung melihat perkebunan kopi di lereng Gunung Merapi.
Kebun kopi di lereng Gunung Merapi sendiri saat ini menurut Sumijo kurang lebih seluas 250 hektar.
Untuk kebun kopi arabika seluar 10 hektar dan sisanya kebun kopi robusta.
Kebun kopi ini tersebar di area Utara Gunung Merapi. Untuk sampai di kebun ini, wisatawan bisa menempuh perjalanan dengan jalan kaki sekitar 20 menit dari warung kopi Merapi. Bila beruntung, wisatawan bisa ikut memanen kopi sendiri.
Sumijo menjelaskan bahwa kebun kopi arabika memang sementara ini hanya tersisa sekitar 10 hektar akibat aktivitas erupsi besar Gunung Merapi di tahun 2010 silam.
Saat ini para petani berusaha mengembalikan lagi kebun kebun yang dulunya hangus terkena awan panas erupsi.
"Wisatawan kami ajak ke kebun kopi supaya langsung tahu sejarah dan wujud alamiah kopi lereng Merapi yang mereka nikmati sudah dalam bentuk serbuk siap seduh.
Setelah dari kebun, kalau pas musim panen, biji kopi yang dipanen bisa langsung disangrai sendiri oleh wisatawan , ditumbuk, diseduh hingga siap untuk diminum," terang Sumijo.

Lanjut Sumijo, saat ini ia dan pegiat wisata kopi lereng Gunungunung Merapi berharap bisa turut mengedukasi masyarakat tentang potensi kopi lokal di industri kopi nasional dan dunia.