Gunung Merapi

Ini Dia Profil Gunung Merapi, Ada Kisah Mbah Marijan Hingga Kopi Merapi

Ini Dia Profil Gunung Merapi, Ada Kisah Mbah Marijan Hingga Kopi Merapi

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yudha Kristiawan
Tribunjogja/ Setya Krisna Sumargo
Foto puncak barat Gunung Merapi dari PGM Babadan, Dusun Babadan, Desa Krinjing, Kabupaten Magelang, Jateng, Kamis, 29 Oktober 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi menjadi salah satu Gunung Api teraktif di Indonesia. Panorama alam di sekitar gunung ini menjadi daya pikat utama wisata alam.

Selain keindahan alamnya, Gunung Merapi juga menyimpan kisah kisah mengharukan dari sosok sosok warganya yang tak terpisahkan dari nama Gunung Merapi.

Mulai dari tokoh yang fenomenal seperti Mbah Marijan, sang Juru Kunci hingga perjuangan Sumijo, petani kopi lereng Merapi yang selalu menarik untuk disimak.

Tak kalah seru adalah cerita cerita misteri yang kerap muncul dan menyertai seiring usia Gunung Merapi yang semakin menua.

Baca juga: Ini Arti Status Gunung Api, Ada 4 Tingkatan, Mulai dari Aktif Normal, Waspada, Siaga Hingga Awas

Baca juga: Gunung Merapi Siaga Tepat 10 Tahun Setelah Mega Erupsi 5 November 2010

Baca juga: STATUS Gunung Merapi Naik ke Level Siaga, Ini Kronologi Data Pantauan Aktivitas Vulkanik BPPTKG

Secara geografis, Gunung Merapi terletak di pulau Jawa. Di lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagian lagi berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yakni Kabupaten Klaten di sisi tenggara, Kabupaten Magelang di sisi barat serta Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur. 

Menurut Etimologi, nama Merapi sendiri disarikan dari kata meru yang bermakna gunung dan api, sehingga nama merapi berarti gunung api.

Salah satu letusan dahsyat Merapi di era modern tercatat terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010 silam.

Letusan ini mengakibatkan setidaknya 353 korban jiwa termasuk Mbah Marijan kala itu.

Tercatat ketinggian puncak Gunung Merapi adalah 2.930 mdpl, per 2010.

Sejak tahun 2004, kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Paska erupsi dahsyat di tanggal 26 Oktober 2010 silam, sebagian kawasan hutan TNGM hangus terbakar lantaran terkena awan panas, termasuk sebagian perkebunan kopi milik warga lereng Gunung Merapi.

Perlahan lahan, kawasan yang dulunya rata dengan tanah akibat luncuran awan panas erupsi kala itu,  mulai kembali ditumbuhi pohon pohon dan aktivitas perekonomian warga juga mulai bangkit.

Keragaman hayati dan keindahan alam Gunung Merapi memang menjadi daya pikat tersendiri bagi mereka yang gemar kegiatan out dor seperti hiking ataupun mendaki gunung.

Menikmati kopi Merapi
Menikmati kopi Merapi (Tribun Jogja/Bramastyo Adhy)

Bila pernah mendaki Gunung Merapi, pendaki tak akan melihat tumbuhan vegetasi di bagian puncak tidak lantaran aktivitas gunung api ini yang tinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved