Status Siaga Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi : BPBD Sleman Siapkan Logistik dan Percepat Perbaikan Jalur Evakuasi
Berkaitan dengan kenaikan level tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman sudah menyiapkan logistik,
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Status Gunung Merapi naik dari Waspada (level 2) menjadi Siaga (level 3).
Berkaitan dengan kenaikan level tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman sudah menyiapkan logistik, termasuk penyediaan masker.
Kasi Mitigasi Bencana BPBD Sleman, Joko Lelono mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 30.000 masker untuk antisipasi debu vulkanik.
Tak hanya itu, masih ada tambahan 60.000 masker dari BPBD DIY.
Baca juga: Bacalah Doa Berikut Ini Ketika Terjadi Bencana Alam Seperti Gunung Meletus dan Gempa Bumi
Baca juga: Siap Dengar Semua Masukan, Pemkot Yogya aKAN Keluarkan Kajian Uji Coba Pedestrian Malioboro
Baca juga: Ketika Hujan Deras DIsertai Angin Kencang, Bacalah Doa Ini
"Logistik sudah disiapkan. Masker sudah ada 30.000, ditambah provinsi 60.000,jadi total ada 90.000," katanya, Kamis (05/11/2020).
Selain logistik, pihaknya juga menyiapkan jalur evakuasi.
Pada November ini, ia memang sudah merencakan perbaikan jalur evakuasi.

Namun dengan peningkatan status Merapi, perbaikan jalur evakuasi akan dipercepat.
"Perbaikan jalur evakuasi kami percepat. Pengecoran Minggu depan, karena pengecoran kan juga butuh waktu, paling tidak ya dua Minggu selesai," ujarnya.
Baca juga: Gunung Merapi Siaga Tepat 10 Tahun Setelah Mega Erupsi 5 November 2010
Baca juga: STATUS Gunung Merapi Naik ke Level Siaga, Ini Kronologi Data Pantauan Aktivitas Vulkanik BPPTKG
Baca juga: Status Gunung Merapi Siaga, Berikut Daftar Wilayah yang Masuk dalam Kawasan Daerah Berbahaya
Ia melanjutkan totalnya ada 4 kilometer jalur evakuasi yang rusak.
Namun sebagian masih bisa dilewati.
Sedangkan jalur evakuasi yang sudah rusak parah dan tidak bisa dilewati ada 2 kilometer.
"Dari Singlar ke Banjarsari kami kejar, karena rusak parah. Untuk Srunen sampai Singlar masih bisa dipakai meskipun tidak begitu bagus,"lanjutnya.
"Kami kejar supaya bisa digunakan, paling tidak dua Minggu," tambahnya. (maw)