Siap Dengar Semua Masukan, Pemkot Yogya aKAN Keluarkan Kajian Uji Coba Pedestrian Malioboro
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendukung kebijakan Pemda DIY yang tengah menerapkan uji coba pedestrian kawasan Malioboro.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendukung kebijakan Pemda DIY yang tengah menerapkan uji coba pedestrian kawasan Malioboro.
Hanya saja, Pemkot tetap menaruh beberapa catatan, yang bakal terus dikaji hingga awal pekan mendatang.
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti berujar, beberapa catatan yang menjadi perhatiannya ialah soal keramaian Malioboro.
Bukan tanpa sebab, sejauh ini, banyak muncul keluhan dari pedagang dan pelaku usaha di sana, terkait sepinya pengunjung di masa uji coba.
"Khususnya berkaitan dengan bagaimana situasi keramaian di Malioboro ini agar tetap terjaga. Saya katakan, bahwa uji coba pedestrian ini menuju arah mana? Kaitannya dengan pembatasan, atau pelarangan (kendaraan bermotor melintas)," ujarnya Kamis (5/11/2020).
Baca juga: Ketika Hujan Deras DIsertai Angin Kencang, Bacalah Doa Ini
Baca juga: Gunung Merapi Siaga Tepat 10 Tahun Setelah Mega Erupsi 5 November 2010
Haryadi pun berjanji akan mendengar masukan dari semua pihak untuk mengevaluasi jalannya uji coba pedestrian ini, khususnya mereka yang terdampak langsung.
Mulai dari pelaku usaha, atau pengguna jalan yang mengeluhkan antrean panjang di sirip-sirip Malioboro.
"Kita dengar semua, kita akan kaji, karena yang terjadi saat ini sepi kan. Kegiatan ekonomi, jangan sampai terganggu. Tetapi, dicoba dulu, Senin (9/11/2020), kita sampaikan hasil kajiannya, kita lihat dulu Sabtu dan Minggu, kondisinya seperti apa," terang Wali Kota.
Baca juga: Antisipasi Perusakan Massa Pemilu, Deretan Toko Elit di Kota New York Ditutupi Kayu Lapis
Baca juga: STATUS Gunung Merapi Naik ke Level Siaga, Ini Kronologi Data Pantauan Aktivitas Vulkanik BPPTKG
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Yogyakarta tersebut sepenuhnya memahami bahwa upaya uji coba pedestrian ini merupakan langkah Malioboro menuju kawasan heritage.
Hanya saja, untuk ke arah sana, tetap dibutuhkan kajian supaya tak ada pihak yang dirugikan.
"Semua kita kaji kok dan saya paling berkepentingan dalam hal ini, agar sosialnya maju, ekonominya maju. Jangan diadu antara heritage dengan ekonomi, sebenarnya komplementer itu, jadi jangan diadu," ucapnya. (aka)