Musim Hujan, DPPKP Bantul Imbau Pembudidaya Ikan Atur Kapasitas Air
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Yus Warseno mengimbau kepada para pembudidaya
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Yus Warseno mengimbau kepada para pembudidaya ikan di Bumi Projotamansari untuk mulai mengurangi dan mengatur kapasitas air.
Imbauan itu diberikan seiring dengan mulai memasuki musim hujan.
Apalagi, musim hujan tahun ini ada fenomena La Nina yang diprediksi mempengaruhi curah hujan 20 - 40 persen lebih tinggi.
"Imbauan kami kapasitas air diturunkan, sehingga ketika ada banjir, ikan tidak meluap," terangnya, Kamis (5/11/2020)
Baca juga: Siapkan Lahan 137 Hektare, DPP Gunungkidul Optimalkan Budidaya Beras Merah
Baca juga: TERUNGKAP Kasus Tahanan Tewas di Dalam Sel Polres Klaten, Kronologi hingga Motif Para Pelaku
Selain mengurangi kapasitas air, Yus Warseno juga menyarankan kepada petani ikan untuk menutup kolam dengan jaring.
Jaring nantinya akan berfungsi untuk menahan benih atau ikan ketika sewaktu-waktu datang banjir.
Sehingga ikan tidak langsung terbawa arus air.
Kemudian, bagi budidaya ikan yang berada didaerah pematang, disarankan mulai untuk untuk memasang tanggul penahan.
"Istilahnya dipasang trucuk bambu. Supaya lebih kuat," ujarnya.
Baca juga: KPU Gunungkidul Pastikan Materi Debat Pilkada Memuat Isu Strategis
Baca juga: Pemuda Bantul Dibekuk Polisi Saat Ambil Paket Berisi Narkoba
Disinggung soal pertanian, Yus mengaku, sejauh ini sektor pertanian di Bantul untuk musim hujan masih cukup aman.
Hanya saja, untuk pertanian diwilayah terasering, wilayah perbukitan, pihaknya menyarankan para petani untuk mulai berfikir menanam pohon.
"Pohon ini bisa menjadi penangkal agar tidak longsor," jelas Yus Warseno.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta warga Kabupaten Bantul mewaspadai sedini mungkin fenomena La Nina.
Sebab, dampak dari fenomena alam itu, dapat mengakibatkan curah hujan di Bumi Projotamansari lebih tinggi dari biasanya.
Baca juga: Peringatan Dini BMKG : Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Berikut Ini
Baca juga: Damri Hadirkan Dua Rute Baru Angkutan Umum di Kulon Progo
Kepala Stasiun Klimatologi, BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas memprediksi akibat La Nina, curah hujan di Bantul meningkat 20 sampai 40 persen.
Bahkan, bisa mencapai di atas 50 persen.
Fenomena tersebut diperkirakan akan terjadi selama enam bulan, dimulai awal musim hujan bulan Oktober hingga bulan Maret 2021. (Rif)