KPU Gunungkidul Pastikan Materi Debat Pilkada Memuat Isu Strategis
Pelaksanaan debat bagi peserta Pilkada Gunungkidul sudah berjalan dua dari tiga kali yang dijadwalkan
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pelaksanaan debat bagi peserta Pilkada Gunungkidul sudah berjalan dua dari tiga kali debat yang dijadwalkan.
Debat terakhir rencananya akan berlangsung pada 10 November mendatang.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani memastikan materi debat sudah relevan dengan isu-isu strategis dan terkini di Gunungkidul.
"Sebelumnya diserahkan ke Tim Perumus Materi, kami mengumpulkan data mengenai isu-isu strategis dari berbagai pihak," kata Hani, Kamis (05/11/2020).
Ia menjelaskan data untuk isu materi debat didapatkan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, sejumlah instansi, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Baca juga: Kata Hassan Rouhani, Siapa Presiden Amerika Selanjutnya Tak Penting Bagi Iran
Baca juga: Pemuda Bantul Dibekuk Polisi Saat Ambil Paket Berisi Narkoba
Setelah mengumpulkan data tersebut, KPU lantas menyerahkan ke Tim Perumus Materi Debat yang berasal dari kalangan profesional dan akademisi.
Hani mengatakan mereka lah yang menyusun seluruh bahan debat.
"Tim ini yang menentukan tema tiap debat hingga pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat debat berlangsung," jelasnya.
Berkaitan dengan kritik dari Jogja Corruption Watch (JCW) beberapa waktu lalu, Hani mengatakan calon pemilih bisa melihat dari pemaparan visi-misi dan program kerja tiap pasangan calon (paslon).
Menurutnya, debat berfungsi sebagai perantara penyampaian tersebut.
Baca juga: Jadwal Liga Inggris 2020, Man City Kontra Liverpool, Everton Ketemu MU
Baca juga: Hasil Pilpres AS Joe Biden vs Donald Trump, Berikut Hasil Perolehan Suara Sementara Kedua Capres
Terkait apakah isu-isu strategis dibahas atau tidak, Hani mengatakan publik bisa menilainya saat menyaksikan debat.
"Tiap peserta juga diberikan ruang debat inspiratif, saya kira di situ (isu-isu strategis) sudah terakomodir," katanya.
Sebelumnya, anggota dari JCW Baharuddin Kamba mengkritisi kurang terakomodirnya sejumlah isu strategis soal Gunungkidul saat debat Pilkada.
Ia pun ingin ada pendalaman dari isu-isu tersebut.
Baca juga: KPU Yogyakarta Raih Penghargaan Wilayah Percontohan Pemutakhiran Data Pemilih 2020
Baca juga: Peringatan Dini BMKG : Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Berikut Ini
Baharuddin menyebut ada 4 persoalan krusial yang perlu dibahas.
Antara lain reformasi bidang hukum, reformasi birokrasi, kasus intoleransi, hingga optimalisasi sistem elektronik untuk mencegah tindakan korupsi.
"Kami sangat berharap gagasan-gagasan dari para paslon soal isu ini muncul saat debat," kata Baharuddin lewat keterangan resminya. (alx)