Berpotensi Tumbang, Pepohonan di Ruas Jalan Gading Gunungkidul Akan Ditebang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul berencana menebang pepohonan di ruas Jalan Yogya-Wonosari.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Alexander Ermando
Pepohonan di ruas Jalan Yogya-Wonosari, Kalurahan Bandung, Playen, Gunungkidul. DLH Gunungkidul menyebut pepohonan di ruas jalan tersebut rawan tumbang lantaran sudah lapuk. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul berencana menebang pepohonan di ruas Jalan Yogya-Wonosari.

Pasalnya, pohon-pohon di sana berpotensi tumbang saat musim penghujan.

Sekretaris DLH Gunungkidul Aris Suryanto mengatakan rencana penebangan tersebut diambil berdasarkan hasil kajian yang dilakukan beberapa waktu lalu.

"Kajian kami lakukan bersama Dinas PUP-ESDM DIY sebagai antisipasi potensi dampak musim penghujan," kata Aris dihubungi pada Rabu (04/11/2020).

Merujuk hasil kajian tersebut, ia mengatakan potensi tumbang terutama di ruas Jalan Yogya-Wonosari yang berada dalam wilayah Kalurahan Gading dan Bandung, Playen.

Pepohonan di sana disebut lapuk sehingga perlu ditebang.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG : Besok Kamis, Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Ini

Baca juga: Masyarakat Kelas Menengah Paling Rentan Terdampak Pandemi Covid-19

Baca juga: Wisatawan Mengaku Nyaman Berwisata di Semi Pedestrian Malioboro

Meski begitu, DLH Gunungkidul masih harus berkoordinasi dengan BPBD DIY dan Dinas PUP-ESDM DIY untuk teknis penebangannya.

Aris menyebut pihaknya tidak memiliki wewenang di wilayah tersebut.

"Itu kan ruas jalan provinsi, jadi perlu koordinasi dengan Pemda DIY sebagai pihak berwenang," ujarnya.

Selain mengikuti hasil kajian, Aris mengatakan sudah menerima laporan dari masyarakat mengenai potensi pohon tumbang di wilayah mereka.

DLH Gunungkidul pun akan melakukan pemangkasan/penebangan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul sudah memetakan wilayah yang berpotensi bencana hidrometeorologi.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Gunungkidul Agus Wibawa.

Baca juga: Polres Kulon Progo Siap Siagakan Ribuan Personil Hadapi Potensi Bencana Alam

Baca juga: Kronologi Seorang Tahanan Tewas di Dalam Sel Polres Klaten, Keterangan Polisi dan Rekaman Hasil CCTV

Baca juga: Panduan Tata Cara Proses Tahapan Pemberkasan CPNS 2019, Mulai Hari Ini via sscndaftar.bkn.go.id

"Kami membagi dalam 3 zona, yaitu yang berpotensi longsor, banjir genangan, dan banjir dari luapan Sungai Oya," katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved