Donasi Ponsel Bekas Agar Pendidikan Tak Padam di Tengah Pandemi
Gerakan ini merupakan pengumpulan donasi berupa ponsel bekas 3G/4G layak pakai untuk diberikan pada pelajar yang membutuhkan.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Mona Kriesdinar
“Pandemi Covid-19 membuat gini ratio semakin banyak, kesenjangan antara kaya dan miskin di DIY makin tinggi. Hal ini sangat terasa dalam penerapan pembelajaran daring, terutama di pedesaan / pedalaman,” ujar satu di antara relawan Donasi Ponsel Bekas DIY, Gaya Lufityanti.
Di Gunungkidul misalnya, ada seorang pelajar asal Panggang nyaris berhenti sekolah lantaran tidak memiliki ponsel untuk mengikuti pembelajaran daring.
Di sebuah SMP Negeri di Kota Yogya, masih ada sekitar 20 siswa yang belum memiliki gadget. Bahkan beberapa di antaranya ada yang terpaksa menumpang ke rumah teman agar bisa mengikuti pembelajaran daring.
“Kondisi ini tentunya miris lantaran Yogyakarta dikenal sebagai Kota Pelajar atau Kota Pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu Waka Kesiswaan SMKN 5 Yogyakarta Arif Kurniawan mengapresiasi bantuan yang datang dari para donatur melalui relawan donasi ponsel DIY.
"Terimakasih atas bantuannya. Penerima bantuan ini adalah mereka yang secara ekonomi dan sosial benar-benar membutuhkan. Bantuan ponsel ini akan memudahkan belajar mereka dalam kondisi pandemi ini," ungkapnya. (Tribunjogja/Hari Susmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/donasi-ponsel-bekas_1.jpg)