Donasi Ponsel Bekas Agar Pendidikan Tak Padam di Tengah Pandemi

Gerakan ini merupakan pengumpulan donasi berupa ponsel bekas 3G/4G layak pakai untuk diberikan pada pelajar yang membutuhkan.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Mona Kriesdinar
IST
Perwakilan relawan donasi Ponsel bekas menyerahkan ponsel kepada perwakilan dari SMKN 5 Yogyakarta beberapa waktu yang lalu 

Setelah terkumpul beberapa donasi, relawan menunjuk SMKN 5 Yogyakarta sebagai lokasi pertama penyaluran donasi.

Dari data yang dihimpun pihak sekolah, ada lima siswa yang mengalami kesulitan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh lantaran tidak memiliki ponsel. Ridho Aji Catra Mahendra adalah satu di antaranya.

Siswa kelas XI Kayu A ini meminjam ponsel milik orangtuanya dan harus berbagi waktu dengan sang adik, lantaran ponsel miliknya rusak.

Perekonomian keluarga yang pas-pasan juga memaksa anak ketiga dari empat bersaudara ini mengalah tidak memiliki ponsel dulu.

“Dulu sebenarnya punya ponsel, tapi setelah rusak belum bisa membeli lagi. Sementara pakai ponsel saya untuk dipakai barengan sama adiknya, namun Ridho sering ngalah karena jadwal pelajarannya tak jarang bersamaan sama adiknya. Karena adiknya kelas 6 SD, sudah mau ujian, sementara Ridho ngalah dulu,” cerita sang ibu, Sri Senjani.

Warga Kotagede ini sengaja meminta Ridho bersabar lantaran ia dan suami harus mengelola keuangan untuk anak-anaknya yang lain. Terlebih kakak Ridho saat ini sedang kuliah dan perlu biaya-biaya yang harus dibayarkan dahulu menjelang KKN.

“Alhamdulillah sekarang ada ponsel ini. Semoga ke depannya bisa lancar mengerjakan tugas dan tidak terkendala mengikuti pelajaran lagi,” ujar Ridho.

Kumpulkan 5 Ponsel

Gerakan Donasi Ponsel Bekas yang digagas oleh Gaya dan Kurniatul Hidayah ini sudah berhasil mengumpulkan 5 smartphone bekas layak pakai.

Kelima ponsel tersebut kemudian diserahkan oleh lara relawan kepada pihak SMKN 5 Yogyakarta pada 2 September lalu.

Ponsel bekas tersebut selanjutnya diserahkan oleh pihak sekolah kepada 5 siswa SMKN 5 Yogyakarta, yang secara ekonomi kurang beruntung dan sangat membutuhkan ponsel bekas untuk mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Belum bisa jangkau semua

Gerakan Donasi Ponsel bekas ini menurut Gaya Lutfianti belum bisa menyasar seluruh siswa yang mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Menurut dia, jumlah pelajar yang kesulitan untuk mengikuti belajar online cukup banyak.

Karena faktanya, belum semua pelajar di DIY memiliki ponsel mumpuni lantaran keterbat

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved