Jogja Wajar Anyar, Harapan Baru Pelaku Seni di Tengah Pandemi Covid-19

Pemkot Yogyakarta menyelenggarakan simulasi even seni dan budaya bertajuk Jogja Wajar Anyar di masa pandemi Covid-19

Tayang:
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemkot Yogyakarta menyelenggarakan simulasi even seni dan budaya bertajuk Jogja Wajar Anyar di masa pandemi Covid-19, Minggu (1/11/2020) di XT Square.

Penyelenggaraan itu diharapkan mampu menjadi even percontohan dan penggerak wisata malam di wilayah setempat.

Pada kesempatan itu, para pelaku seni tradisional dan modern dari sejumlah sanggar di kota Yogya tampil secara bergantian.

Selain digelar secara offline dengan pengunjung terbatas acara tersebut juga disiarkan secara live streaming di akun youtube Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Di bawah arahan sutradara Kinanti Sekar Rahina serta didukung oleh penata musik, Sudaryanto, para pelaku seni menampilkan kolaborasi tari, musik, pantomim maupun fashion show batik.

Tak ketinggalan tampil pula grup band.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Gelar Uji Fisik Ratusan Kendaraan Dinas 

Baca juga: Bawaslu Gunungkidul Sebut Ribuan APK Diduga Melanggar Aturan

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang menjelaskan, atraksi seni dan demi pendukung aktivitas pariwisata harus tetap eksis di tengah-tengah pandemi.

“Atraksi tetap hadir meski berbeda 180 derajat dibandingkan saat sebelum pandemi. Protokol pencegahan dan pengendalian Covid-19 harus ditegakkan, cuci tangan, jaga jarak, pakai masker dan menghindari kerumunan,” ungkapnya.

Dia berharap event kali ini mampu menjadi agenda serta bagian dari aktivitas kepariwisataan.

Jogja Wajar Anyar juga mengusung semangat pemberdayaan serta eksplorasi potensi seni di Kota Yogyakarta.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, mengapresiasi dicanangkannya Jogja Wajar Anyar sebagai adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

Menurut dia, Yogyakarta sebagai kota event kesenian sudah semestinya atraksi pariwisata tertata sedemikian rupa. “Harus ada kalender event sehingga para pelaku seni dan pariwisata siap,” katanya.

Dalam kesempatan itu dia mendorong dinas terkait melakukan sertifikasi bagi pelaku seni tradisional maupun modern di Kota Yogyakarta.

Baca juga: Sosok Puspita Ladiba, Pilot Wanita Pertama TNI AD yang Disalami Panglima TNI dan KSAD Andika Perkasa

Baca juga: Umbul Ponggok Klaten Harus Kembali Tutup Setelah Ditemukan Kasus Positif Covid-19

Hal itu bertujuan untuk penataan dan juga sebagai jaminan kepada para pelaku seni dan budaya agar penampilan yang diusung dapat mendukung aktivitas pariwisata yang berkualitas.

“Pelaku seni tradisional dan modern perlu tersertifikasi sehingga kualitasnya cetha tidak ecek-ecek. Jika restoran atau hotel ingin menjamu wisatawan tinggal kontak dinas. Semua jadi nyaman,” kata dia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved