Breaking News:

Pakar UGM Sebut Kenaikan UMP 2021 DI Yogyakarta Tak Signifikan, Pemerintah Lebih Pro Pengusaha

Pemerintah daerah (Pemda) DI Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (31/10/2020) telah resmi mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2021

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Kompas.com | Totok Wijayanto
Ilustrasi Upah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah daerah (Pemda) DI Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (31/10/2020) telah resmi mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2021 DIY sebesar 3,54 persen dibandingkan UMP tahun ini.

Pengajar di Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM, Dr Hempri Suyatna beranggapan besaran kenaikan UMP DIY tersebut kurang signifikan.

Baca juga: Kuasai Materi Debat, Kustini Sri Purnomo Tampil Cemerlang di Debat Pertama

Baca juga: Ini dr Zaidul Akbar, yang Dikenal Luas di Media Sosial Berkat Unggahan Jurus Sehat Rasulullah

Menurutnya, idealnya kenaikan UMP bisa lebih dari itu.

"Menurut saya kenaikannya kurang signifikan ya. Idealnya bisa lebih dari itu," ujarnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Sabtu (31/10/2020).

Sebab, lanjut Hempri, jika dicermati banyak perusahaan yang tetap eksis dan memeroleh keuntungan di era pandemi.

"Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi, industri kesehatan, mereka sebenarnya tidak banyak terpengaruh pandemi," tuturnya.

Baca juga: Lolos Seleksi CPNS 2019 Kemenpan RB? Peserta Wajib Unggah Dokumen Melalui Sscn.bkn.go.id

Baca juga: Update Covid-19 DI Yogyakarta: Tambahan 32 Kasus Covid-19 dan 1 Kasus Meninggal 

"Kenaikan yang kurang signifikan ini tentunya juga akan berdampak pada beban berat buruh dan juga tingkat daya beli buruh. Ini menunjukkan bahwa pemerintah cenderung lebih pro terhadap kepentingan pengusaha daripada buruh," sambung Hempri.

Ia melanjutkan, penurunan daya beli masyarakat tentunya akan berdampak pada lambannya proses pemulihan ekonomi di era pandemi Covid-19.

"Buruh seharusnya dipandang sebagai salah satu aset utama dalam proses produksi," tandasnya. (uti)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved