Libur Panjang, ASITA DI Yogyakarta Bantu Pemerintah Memantau Wisatawan
Jelang libur panjang, para pelaku wisata menyiapkan berbagai upaya dalam mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan wisatawan.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Jelang libur panjang, para pelaku wisata menyiapkan berbagai upaya dalam mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan wisatawan.
Namun berbeda dengan Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY.
Pada libur panjang ini, ASITA DIY lebih membantu pemerintah dalam melakukan pemantauan terhadap wisatawan yang melanggar protokol kesehatan.
Sebab, konsep di libur panjang ini masih staycation sehingga banyak yang melakukan perjalanan wisata secara mandiri.
Baca juga: Antisipasi Libur Panjang, Wisatawan di Candi Borobudur Jalani Swab dan Rapid Test Secara Acak
Baca juga: PHRI DI Yogyakarta: Libur Panjang 4 Hari, Okupansi Hotel Diharapkan Mencapai 80 Persen
"Jadi kalau untuk teman-teman masih sedikit yang kebagian job. Memang kita juga sudah berusaha menjual paket-paket open trip tapi yang namanya market tidak bisa dipaksa," kata Herry Setyawan, Ketua ASITA DIY Rabu (28/10/2020).
Walaupun ASITA DIY belum maksimal, namun ia berpesan kepada masyarakat dan pemerintah harus kompak saat libur panjang tetap harus aman sehingga industri perjalanan wisata terbantu dalam masa pemulihan.
Ia mengatakan sampai dengan saat ini wisatawan yang menggunakan jasa perjalanan wisata lebih banyak didominasi dari Jawa dikarenakan aksesnya yang mudah.
"Seperti halnya wisatawan dari Surabaya ke Yogyakarta kurang lebih hanya membutuhkan waktu 3 jam dengan melalui jalan tol dan menggunakan kendaraan pribadi," ucapnya.
Baca juga: Cerita Sabar Gorky, Pria Asal Solo dengan Satu Kaki Taklukan Tiga Puncak Tertinggi di Dunia
Baca juga: Dinas Pariwisata DI Yogyakarta Pastikan Kesiapan ASITA dan PHRI Jelang Libur Panjang
Selain itu juga didukung dengan adanya reservasi secara online satu diantaranya melalui aplikasi Visiting Jogja dalam melakukan pemantauan terhadap kapasitas pengunjung.
"Makanya gunanya reservasi ini sangat membantu bagi para wisatawan supaya mereka tidak menumpuk sesuai dengan kapasitas yang sedang dibatasi di destinasi wisata tersebut," tuturnya.
Ia juga menekankan bagi pelaku wisata maupun wisatawan yang melanggar harus diberikan sanksi tegas agar wisatawan yang akan berkunjung ke DIY tetap aman. (scp)