Breaking News:

Bantul

Bawaslu Telusuri Oknum Guru ASN Diduga Tidak Netral di Pilkada Bantul

Dugaan ketidaknetralan ini diketahui ketika ASN itu memposting di media sosial yang isinya mengarah dukungan kepada satu di antara pasangan calon.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul sedang melakukan penelusuran terkait dugaan adanya oknum Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul yang diduga tidak netral di Pilkada.

Dugaan ketidaknetralan ini, diketahui ketika abdi negara itu memposting di media sosial yang isinya mengarah dukungan kepada satu di antara pasangan calon. 

"Yang bersangkutan ASN memposting di medsos, isinya mengarah dukungan satu di antara paslon. Saat ini masih proses penelusuran," kata Ketua Bawaslu Bantul, Harlina, Senin (26/10/2020). 

Ia menyebutkan, oknum ASN tersebut berasal dari lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul.

Baca juga: Dua Paslon Pilkada Bantul Deklarasi dan Tandatangani Pakta Integritas 

Namun terkait dengan ketugasan yang bersangkutan, ia enggan menjelaskan.

Harlina mengungkapkan, jajarannya akan segera melakukan klarifikasi, sebelum nantinya akan ada kajian mendalam dan disimpulkan.

Apakah postingan itu sudah bisa dikatakan pelanggaran atau tidak.

Seandainya unsur materil pelanggaran terpenuhi, maka soal sanksi akan diteruskan kepada lembaga yang berwenang. 

Selama masa tahapan Pilkada Bantul 2020, Bawaslu, dikatakan Harlina, sudah mencatat ada dua dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Dugaan pertama, baru sebatas informasi awal seorang ASN diduga mendatangi tim kampanye seorang paslon dan ketika dilakukan penelusuran belum terbukti. Kasus ini menjadi dugaan kedua. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved