Bantul

Dua Paslon Pilkada Bantul Deklarasi dan Tandatangani Pakta Integritas 

Dua paslon menandatangani pakta integritas untuk sama-sama mewujudkan pemilihan yang aman, sehat, jujur, adil, damai, elegan dan bermartabat.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih - Joko Purnomo dan Suharsono - Totok Sudarto, beserta tim pemenangan masing-masing, deklarasi dan penandatanganan pakta integritas di Bawaslu Bantul, Jumat (22/10/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL- Dua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati beserta tim pemenangan, menandatangani pakta integritas komitmen mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap aktivitas dan tahapan Pilkada Bantul 2020.

Pakta integritas untuk sama-sama mewujudkan pemilihan yang aman, sehat, jujur, adil, damai, elegan dan bermartabat itu dilangsungkan di kantor Bawaslu Bantul, Jumat (23/10/2020), disaksikan oleh tim Pokja pencegahan covid-19 Kabupaten Bantul. 

"Bahwa kami akan mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 pada setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul Tahun 2020," kata kedua paslon didampingi tim sukses masing-masing saat membaca pakta integritas yang dipimpin Ketua Bawaslu Bantul, Harlina.

Masing-masing pasangan calon juga siap menggunakan alat pelindung diri (APD) minimal berupa masker dalam mengikuti setiap aktivitas tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul.

Baca juga: Persiapan Debat Publik Pilkada Bantul, Kubu Halim dan Suharsono Sama-sama Siap dan Optimis

Kepatuhan tersebut berlaku bagi semua paslon, tim kampanye, relawan maupun pendukung peserta kampanye dan masyarakat Bantul.

Selain itu, kedua Paslon juga berjanji menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap aktivitas tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul. 

"Mendukung secara penuh penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul secara aman, sehat, jujur, adil, damai, elegan dan bermartabat," ucap kedua paslon, serentak. 

Lebih lanjut, kedua paslon juga sama-sama berkomitmen menolak dan tidak akan melakukan segala bentuk praktik politik uang.

Lalu, berjanji tidak akan melakukan kampanye hitam, politik identitas, maupun politisasi SARA.

Terakhir, berkomitmen untuk mentaati peraturan perundang undangan yang berlaku pada setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul.

Ketua Bawaslu Bantul, Harlina berujar, sebagai komitmen untuk memastikan semua tahapan Pilkada Bantul sesuai dengan protokol kesehatan, pihaknya telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) pencegahan covid-19.

Terdiri dari lintas institusi yang akan melakukan sosialisasi, kampanye, pencegahan, pengawasan sekaligus penindakan protokol kesehatan disetiap tahapan Pilkada Bantul. 

Baca juga: Debat Publik di Pilkada Bantul Akan Berlangsung 3 Putaran, Angkat Persoalan Covid-19

"Harapannya dengan adanya pokja, Pilkada Bantul tidak ada klaster di masyarakat pemilih," ucapnya. 

Menurut dia, salah satu indikator kesuksesan pilkada adalah seberapa jauh integritas yang dilakukan serta ketaatan dan kepatuhan terhadap regulasi dan peraturan perundang undangan.

Apabila kepatuhan dan ketaatan pada regulasi tidak dipatuhi maka otomatis sudah ada proses pencideraan integritas.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved