Digitalisasi Aksara Jawa, Upaya Sri Sultan HB X agar Bahasa Jawa di Yogyakarta Tak Tergerus Zaman
Sri Sultan HB X berharap Bahasa Jawa tetap menjadi bahasa Ibu, termasuk juga penggunaan aksara Jawa.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, tak ingin Bahasa Jawa tergerus zaman dan hilang atau tak lagi digunakan di tanah Jawa.
Khususnya di wilayah DIY, Sri Sultan berharap Bahasa Jawa tetap menjadi bahasa Ibu, termasuk juga penggunaan aksara Jawa.
Sejumlah langkah dan upaya pun telah dilakukan untuk menjaga warisan budaya berupa bahasa dan aksara Jawa tersebut.
Salah satu yang digagas yakni usulan untuk digitalisasi aksara Jawa.
"Jadi jangan sampai bahasa ibu ini kalah dengan bahasa Indonesia. Sehingga tidak ada lagi masyarakat lokal yang memakai lagi," ujar Sri Sultan HB X, Jumat (16/10/2020).
Baca juga: Sri Sultan HB X Berharap Pembayaran Ganti Untung Tol Yogyakarta-Solo Dilaksanakan Bulan Depan
Baca juga: Sri Sultan HB X soal Kerusuhan Demo Omnibus Law di Malioboro Yogyakarta : Pelaku Harus Dipidana!
Ditambahkan Sri Sultan, pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebenarnya sudah lama mengusulkan agar Aksara Jawa dilakukan digitalisasi.
Alasannya, Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut menganggap bahasa ibu masing-masing provinsi, khususnya bahasa Jawa di DIY tidak tergeser dengan bahasa Indonesia.
"Upaya digitalisasi aksara Jawa ini sebagai bentuk menjaga aksara Jawa, supaya dapat dipahami oleh masyarakat DIY," papar Sri Sultan.

Dukungan Kemenkominfo
Upaya digitalisasi Aksara Jawa yang diusulkan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tersebut, ternyata mendapat dukungan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Hal itu disampaikan langsung oleh Menkominfo, Johnny G Plate, saat berkunjung ke Yogyakarta.
Kedatangan Menkominfo ke Yogyakarta ini salah satunya untuk merencanakan digitalisasi aksara jawa.
Program tersebut merupakan proyek jangka panjang Kemenkominfo RI, sebagai upaya pengarsipan aksara jawa secara digital.
"Itu program jangka panjangnya kominfo siapkan gerakan nasional literasi digital. Yang tugasnya yakni diseminasi dan sosialisasi terkait dengan ruang digital di Indonesia," katanya di Kompleks Kepatihan, Jumat (16/10/2020).

Rencana digitalisasi aksara jawa tersebut telah didiskusikan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Menurut Johnny, program tersebut sangatlah penting, agar semua yang ada di prasasti dan budaya, serta peninggalan sejarah dapat dipahami, dimengerti, juga dapat dilestarikan oleh generasi masa depan.
"Program ini sangat penting. Agar semua yang ada di prasasti dan budaya, dapat dilestarikan oleh generasi masa depan," terang dia.
Baca juga: Diskominfo DI Yogyakarta Sedang Upayakan Penanganan Blank Spot di Kawasan Pegunungan
Baca juga: Diskominfo Gunungkidul Sebut 890 Titik Sudah Terkoneksi Jaringan Internet
Saat ini, lanjut Johnny, digitalisasi aksara jawa sedang dalam proses.
Pihaknya berharap Desember tahun 2020 ini sudah dapat ketentuannya.
"Komunikasi ini tidak sederhana, karena berbicara dengan lembaga-lembaga internasional yang bekerja secara dekat bersama. Ya harapannya Desember tahun ini selesai," tegasnya.
( tribunjogja.com )