Sri Sultan HB X Berharap Pembayaran Ganti Untung Tol Yogyakarta-Solo Dilaksanakan Bulan Depan

Sri Sultan Hamengku Buwono X Berharap Pembayaran Ganti Untung Tol Yogyakarta-Solo Dilaksanakan Bulan Depan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja.com | Santo Ari
Peta jalur tol Yogyakarta-Solo yang masuk wilayah Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap ganti untung pembangunan Tol Yogyakarta-Solo bisa menjadi salah satu sarana pemulihan ekonomi di tengah Pandemi virus Corona.

Untuk itu, Sultan berharap ganti untung proyek Tol Yogyakarta-Solo bisa segera terealisasi.

Raja Keraton Yogyakarta itu menjelaskan, beberapa hari lalu dirinya telah bertemu dengan pemenang tender tol Yogyakarta-Solo yakni PT. Daya Mulia Turangga Gama, dan PT. Jogjasolo Marga Makmur.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah)

Tak hanya itu, Sultan mengaku juga sudah membicarakan upaya kedepan bersama pemerintah pusat.

"Kemarin kami beberapa hari sambil makan malam bersama departemen dan pemerintah pusat, dengan pengusaha tender yang menang Jogja-Solo. Harapanya ya saya minta segera dipatok," kata Sultan.

Ia juga meminta agar tim penilai segera menentukan harga untuk ganti rugi lahan masyarakat yang terdampak pembangunan tol ruas Yogyakarta-Solo sepanjang 36 kilometer tersebut.

Baca juga: Proyek Tol Yogyakarta- Solo Masuk Tahap Identifikasi Lahan, Kemudian Penilaian Tim Appraisal

Sultan berharap November sampai Desember dapat dilakukan pembayaran ganti rugi kepada masyarakat.

"Harapan saya antara November sampai Desember sudah ada realisasi pembayaran. Biarpun program itu diperkirakan bulan Juni tahun depan," tegas Sultan.

Lebih lanjut Sultan menegaskan, biarpun rencana pembayaran hanya dua bulan, harapannya upaya pembayaran ganti rugi yang dipercepat tersebut tidak memperarah minusnya pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta.

"Biarpun hanya dua bulan, tapi karena itu bicara triliun, harapan saya itu tidak memperparah minusnya pertumbuhan ekonomi di Jogja," urainya.

Namun demikian, Sultan belum dapat memastikan soal harga ganti rugi, lantaran proses saat ini belum masuk finalisasi.

Sementara itu Menteri Perencanaan Pembangunan RI, Suharso datang ke Yogyakarta untuk meninjau upaya pemulihan ekonomi di wilayah DIY, setelah hampir tujuh bulan dihantam pandemi Covid-19.

Salah satu yang menjadi tujuan kedatangan Suharso ialah memastikan sinkronisasi pembangunan nasional antara pemerintah pusat dengan pemerintah DIY.

Salah satu yang menjadi pembahasan yakni terkait tindak lanjut pembangunan proyek tol Yogyakarta-Solo, serta beberapa pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM.

"Tujuan kami ke DIY ini untuk sinkronasi pembangunan nasional. Dan apakah yang diusulkan pemerintah DIY ini masih berlaku, dan kemudian melaporkan yang mana akan kami wujudkan usulan-usulan itu," katanya, di Kompleks Kepatihan DIY.

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved