Sleman
Pameran Virtual "Kendi Sembada" Sleman Digelar Selama Sebulan
Pameran ini bertujuan untuk memfasilitasi pelaku UMKM dalam pemasaran produk ke pasar yang lebih luas agar tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
"UMKM peserta pameran telah melewati serangkaian proses seleksi dan kurasi, mulai dari perijinan, tingkat keamanan produk, kelengkapan usaha, dan persyaratan lainnya," jelas Bupati Sleman.
Dengan pameran virtual, lanjutnya, pengunjung tidak perlu hadir di lokasi pameran tapi tetap bisa menjelajahi setiap lorong gedung pameran, berpindah dari satu stand ke stand lainnya dengan menggunakan tombol yang tersedia di layar handphone.
Pengunjung juga bisa melihat ratusan produk UMKM Kabupaten Sleman yang tersedia di masing-masing stand.
Selain itu pengunjung juga melihat produk lainnya yang ditampilkan di masing-masing akun sosial media atau katalog digital milik UMKM.
Pengunjung juga dapat berkomunikasi dengan para pelaku UMKM dan melakukan pembelian barang pada pameran tersebut.
Selain pameran produk UMKM, pameran virtual Kendi Sembada juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya webinar, lomba mewarnai, talk show, live music, dan lain-lain yang digelar selama 1 bulan.
Ia menambahkan, untuk ongkos kirim produk-produk UMKM Kendi Sembada akan mendapatkan diskon sebesar 10 persen dari TIKI yang akan mengantarkan produk tersebut ke rumah masing-masing pelanggan.
Baca juga: Perluas Pasar Tujuan Ekspor, Sleman Jajaki Afrika Timur
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Staf Khusus Menteri, M. Riza Damanik mengungkapkan sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman terkait inisiatif program Kendi Sembada.
"Terobosan program virtual ini menjadi solusi yang dapat dimanfatakan UMKM kita bisa tetap eksis di tengah pandemi. Syukur-syukur bisa melejit setelah pandemi," ungkapnya.
Ia menyebutkan, sebanyak 50 persen UMKM di Indonesia kini berencana menutup usahannya jika tidak ada perlindungan.
Sementara, 88 persen tidak memiliki kas atau tabungan.
Di samping itu, baru 13 persen atau 8 juta UMKM di Indonesia yang sudah masuk dalam ekosistem digital.
"Itulah sebabnya pemerintah mendorong UMKM masuk ke dalam ekonomi digital. Dalam beberapa bulan terakhir ada penambahan 2 juta UMKM, jadi sudah 10 koma sekian juta yang sudah masuk ke ekosistem digital," ungkapnya.
Riza menambahkan, UMKM yang masuk ke ekosistem digital tersebut bukan sekadar masuk, tetapi perlu ada pendampingan, kiat-kiat, dan adapatasi. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pameranvirtual-kendi-sembadaslemandigelar-selama-sebulan.jpg)