Sleman
Pameran Virtual "Kendi Sembada" Sleman Digelar Selama Sebulan
Pameran ini bertujuan untuk memfasilitasi pelaku UMKM dalam pemasaran produk ke pasar yang lebih luas agar tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi Covid-19 berdampak pada UMKM di Kabupaten Sleman.
Transaksi menurun drastis, banyak UMKM mati suri, bahkan ada yang berhenti berproduksi dan beralih ke usaha lain untuk sekadar menyambung hidup.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman mengupayakan solusi dengan menyelenggarakan pameran virtual untuk memperluas akses pasar produk UMKM.
Hal ini diwujudkan dengan menyelenggarakan pameran virtual yang diberi label peken digital (Kendi) Sembada.
Tujuan utama pameran ini adalah memfasilitasi pelaku UMKM dalam pemasaran produk ke pasar yang lebih luas agar tetap bertahan di masa pandemi Covid-19.
Baca juga: Pemkab Sleman Percepat Digitalisasi Transaksi Ekonomi
Bupati Kabupaten Sleman, Sri Purnomo mengatakan dengan situasi krisis yang dialami UMKM di masa pandemi, dibutuhkan sinergi dari masyarakat untuk membantu UMKM.
Di antaranya dengan membuka pasar digital.
"Ini sebagai solusi permasalahan UMKM tanpa rasa khawatir akan munculnya klaster (Covid-19) baru," imbuhnya dalam Grand Opening Pemeran Virtual Kendi Sembada, Senin (12/10/2020).
Sri Purnomo menjelaskan, filosofi Kendi Sembada ialah saling tolong-menolong dan memberi bantuan bersama.
Program ini diharapkan mampu memberi makna agar masyarakat Indonesia memiliki solidaritas terhadap sesama.
"Kendi Sembada adalah pameran virtual berbasis 3 dimensi yang diaplikasikan menggunakan mobile phone," tuturnya.
Untuk menjelajah pameran ini, pengunjung harus mengunduh aplikasi PAMERAN VIRTUAL KENDI SEMBADA melalui Google Playstore.
Aplikasi Kendi Sembada sangat ringan, bahkan Android dengan kapasitas RAM 2 GB masih cukup compatible digunakan untuk mengakses aplikasi ini.
Pameran diikuti 85 UMKM dengan produk craft, food & beverage, fashion, flora, dan health care.
Baca juga: Pemkab Sleman Tingkatkan Daya Saing Produksi Lokal dengan Slogan Borong Bareng
"UMKM peserta pameran telah melewati serangkaian proses seleksi dan kurasi, mulai dari perijinan, tingkat keamanan produk, kelengkapan usaha, dan persyaratan lainnya," jelas Bupati Sleman.
Dengan pameran virtual, lanjutnya, pengunjung tidak perlu hadir di lokasi pameran tapi tetap bisa menjelajahi setiap lorong gedung pameran, berpindah dari satu stand ke stand lainnya dengan menggunakan tombol yang tersedia di layar handphone.
Pengunjung juga bisa melihat ratusan produk UMKM Kabupaten Sleman yang tersedia di masing-masing stand.
Selain itu pengunjung juga melihat produk lainnya yang ditampilkan di masing-masing akun sosial media atau katalog digital milik UMKM.
Pengunjung juga dapat berkomunikasi dengan para pelaku UMKM dan melakukan pembelian barang pada pameran tersebut.
Selain pameran produk UMKM, pameran virtual Kendi Sembada juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, di antaranya webinar, lomba mewarnai, talk show, live music, dan lain-lain yang digelar selama 1 bulan.
Ia menambahkan, untuk ongkos kirim produk-produk UMKM Kendi Sembada akan mendapatkan diskon sebesar 10 persen dari TIKI yang akan mengantarkan produk tersebut ke rumah masing-masing pelanggan.
Baca juga: Perluas Pasar Tujuan Ekspor, Sleman Jajaki Afrika Timur
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Staf Khusus Menteri, M. Riza Damanik mengungkapkan sangat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman terkait inisiatif program Kendi Sembada.
"Terobosan program virtual ini menjadi solusi yang dapat dimanfatakan UMKM kita bisa tetap eksis di tengah pandemi. Syukur-syukur bisa melejit setelah pandemi," ungkapnya.
Ia menyebutkan, sebanyak 50 persen UMKM di Indonesia kini berencana menutup usahannya jika tidak ada perlindungan.
Sementara, 88 persen tidak memiliki kas atau tabungan.
Di samping itu, baru 13 persen atau 8 juta UMKM di Indonesia yang sudah masuk dalam ekosistem digital.
"Itulah sebabnya pemerintah mendorong UMKM masuk ke dalam ekonomi digital. Dalam beberapa bulan terakhir ada penambahan 2 juta UMKM, jadi sudah 10 koma sekian juta yang sudah masuk ke ekosistem digital," ungkapnya.
Riza menambahkan, UMKM yang masuk ke ekosistem digital tersebut bukan sekadar masuk, tetapi perlu ada pendampingan, kiat-kiat, dan adapatasi. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pameranvirtual-kendi-sembadaslemandigelar-selama-sebulan.jpg)