Breaking News:

Dirut Bank BPD DIY: Garda Terdepan dalam Penerimaan Daerah.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, mengatakan Bank BPD DIY merupakan garda terdepan dalam penerimaan daerah.

TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad memberikan penjelasan tentang KUR nol persen 

YOGYA,TRIBUN - Pemerintah DI Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) DIY menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemda dan Rencana Pembentukan TP2DD Pemda DIY, Senin (12/10/2020).

Acara yang diinisiasi oleh BI menggandeng Bank BPD DIY dan Pemerintah Daerah DIY tersebut bertujuan untuk memperluas akseptasi dan mempercepat digitalisasi transaksi ekonomi dan efisiensi pengelolaannya.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, mengatakan Bank BPD DIY merupakan garda terdepan dalam penerimaan daerah.

Ia menyatakan, Bank BPD DIY siap bersinergi meraih transformasi indikator capaian elektronifikasi dari tahap 2 (transformasi) ke tahap 3 (ekspansi).

"Bank BPD DIY berupaya untuk pencapaian penerapan teknologi, mengembangkan inovasi produk, dan perluasan channel pembayaran," ujarnya.

Baca juga: Belanja Danais DI Yogyakarta Mencapai Rp 879 Miliar

Baca juga: UPNVY Mendukung Imbauan agar Mahasiswa Tidak Turut Serta Kegiatan Demonstrasi 

Adapun digitalisasi transaksi Pemda DIY dari sisi pengeluaran ialah Cash Management Sistem yang saat ini dilakukan oleh instansi-instansi di DIY yang akan segera dikembangkan CMS untuk lingkungan pendidikan untuk memudahkan pengeluaran kebutuhan sekolah.

Dari sisi transaksi penerimaan, Bank BPD DIY mendigitalisasi berbagai penerimaan daerah seperti PBB, Pajak Daerah, Pajak Kendaraan bermotor (E-Samsat), E Retribusi.

Transaksi tersebut dapat dilakukan melalui Mobile Banking Bank BPD DIY, Laku Pandai, ATM, EDC, QRIS. Selain itu Bank BPD DIY bekerjasama dengan Fintech, e-commerce, dan lain-lain.

"Saat ini tahapan ETP Pemda DIY berada di Tahap II (transformasi). Bank BPD DIY siap berkolaborasi untuk mencapai tahapan yang lebih tinggi," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan terhadap Bank Indonesia atas peran serta digitalisasi di DIY.

Baca juga: Kepala Disdikpora Bantul: Konsultasi Pelajaran Secara Tatap Muka Menerapkan Protokol

Baca juga: Serikat Pekerja Bakal Kembali Gelar Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Kesehatan Ketat

Ia menuturkan bahwa budaya masyarakat saat ini masih berorientasi terhadap pembayaran tunai dalam bertransaksi, sehingga perlu diedukasi tentang sistem pembayaran non tunai yang lebih aman dan efisien.

Untuk mendukung gerakan non tunai tersebut, pemerintah seharusnya menyediakan cara bayar di semua lini ekonomi. Masyarakat DIY mempunyai literasi penggunaan gadget yang tinggi hal tersebut akan mendukung pembayaran secara non tunai.

"Elektronifikasi dan digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan untuk masyarakat. Dengan menggunakan non tunai, keamanan akan lebih terjamin," tandasnya. (nto)

Penulis: Santo Ari
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved