Penanganan Covid

Pemkot Yogya Anggarkan Rp 2,5 Miliar untuk Program Bosda Khusus, Ini Peruntukannya

Pemkot Yogya Anggarkan Rp 2,5 Miliar untuk Program Bosda Khusus, Ini Peruntukannya

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja.com | Hasan Sakri
MURAL KAMPANYE PROTOKOL KESEHATAN. Warga beraktifitas di sekitar mural kampanye penerapan protokol kesehatan di kawasan Serangan, Kota Yogyakarta, Selasa (29/9/2020). Penerapan protokol kesehatan secara benar dan disiplin merupakan salah satu cara efektif untuk menghentikan pandemi virus Covid-19 yang telah menjelma menjadi pagebluk yang melemahkan semua sektor. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta siap menggelontorkan anggaran untuk realisasi program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) Khusus.

Sesuai rencana, program ini akan membantu seluruh sekolah negeri dalam persiapan fasilitas untuk pencegahan Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori mengatakan, nantinya dana untuk merealisasikan program tersebut berasal dari anggaran perubahan yang sejauh ini masih digodog.

Ia memastikan, Bosda Khusus berada di luar Bosda reguler yang sudah lebih dahulu dikucurkan.

"Pemanfaatannya juga tentu berbeda ya, karena ini Bosda Khusus, sehingga peruntukannya adalah untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di sekolah," terangnya, saat dikonfirmasi pasa Selasa (6/10/2020).

Sudah Dibuka, Berikut Syarat Pendaftaran Beasiswa LPDP 2020

Kala Anak SD di Magelang Belajar Lewat Siaran Radio, jadi Solusi di Tengah Pandemi Corona

Namun, ia mengungkapkan, Pemkot Yogyakarta hanya akan mengucurkan Bosda Khusus ini pada deretan sekoleh negeri, meliputi 6 TK, 89 SD, serta 16 SMP negeri.

Sementara total anggaran yang diusulkan mencapai Rp 2,5 miliar, untuk disalurkan ke pihak sekolah sesuai pengajuannya.

Beberapa sarana yang dapat diajukan meliputi, pengadaan wastafel dan thermogun. Untuk satu unit wastafel, pihaknya mengalokasikan Rp 1,5 juta. Sedangkan untuk thermogun Rp 725 ribu.

Nantinya, sekolah tinggal mengajukan proposal pada Pemkot menyesuaikan kebutuhan fasilitasnya.

"Jadi, pengajuannya harus dengan proposal, karena setiap sekolah kan kebutuhannya beda-beda. Apalagi, wastafel itu juga mempertimbangkan jumlah siswanya, tenaga didik, ruangan dan lain sebagainya," ungkap Budi.(Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. Tribunjogja.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu 3M:
- Wajib memakai masker
- Wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan
- Wajib mencuci tangan dengan sabun

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved