Breaking News:

Pemkab Sleman Maksimalkan Asrama Haji untuk Isolasi Orang Tanpa Gejala, Sudah Rawat 86 Orang

Pemkab Sleman Maksimalkan Asrama Haji untuk Isolasi Orang Tanpa Gejala, Sudah Rawat 86 Orang

dok.istimewa
Penghuni Shelter Asrama Haji Yogyakarta melakukan kegiatan senam pagi, Minggu (12/4/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jumlah penghuni Asrama Haji Sleman yang menjadi fasilitas kesehatan darurat Covid-19 terus bertambah seiring semakin banyaknya pasien positif virus corona tanpa gejala atau asimtomatik.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan hingga Minggu (20/09/2020) pukul 15.33, ada 86 orang yang menjalani karantina di Asrama Haji Sleman.

Seluruhnya adalah pasien dengan status terkonfirmasi positif asimtomatik.

"Sebanyak 29 orang berada di Gedung Muzdalifah, lantai 1 ada 14, lantai 2 ada 5, dan lantai 3 ada 13. Kemudian di Gedung Makkah lantai 3 sampai 5 ada 57 orang,"katanya, Minggu (19/09/2020).

Ia menerangkan kapasitas Asrama Haji Sleman adalah 158.

Dengan demikian, hingga saat ini Asrama Haji masih memungkinkan untuk karantina, khususnya bagi pasien asimtomatik.

Update Covid-19 di Kulon Progo 19 September 2020, Muncul Klaster Kokap, Ini Riwayat Penularannya

Jumlah Pasien Covid-19 yang Diumumkan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan menurut data per 1 Agustus 2020, 88,9 persen kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman adalah positif asimtomatik (Orang Tanpa Gejala).

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sleman memutuskan untuk membuka kembali Asrama Haji, namun khusus untuk positif asimtomatik dan reaktif rapid tes.

Meskipun positif asimtomatik diperbolehkan karantina mandiri, namun pihaknya tidak mau ambil resiko.

"Yang menjadi pertimbangan kami adalah kedisiplinan masyarakat. Memang boleh isolasi mandiri di rumah, tetapi kami tidak mau ambil resiko.

Jadi bagi pasien positif asimtomatik kami harapkan untuk isolasi di asrama haji, kalau timbul gejala yang lebih berat baru dirujuk ke rumah sakit,"ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya tidak melarang pasien positif asimtomatik untuk karantina mandiri di rumah.

Namun dipastikan rumah pasien memadai dan memiliki ruangan untuk karantina mandiri.

Tentu saja kedisiplinan dalam menjalani karantina mandiri tidak bisa ditawar.

"Prinsipnya kalau asimtomatik memang bila isman (isolasi mandiri), asal memenuhi syarat,"sambungnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved