Gunungkidul

Upayakan Regenerasi, Pelatihan Pranatacara Jawa Digelar di Bejiharjo Karangmojo

Sebanyak 32 peserta yang sebagian besar berusia muda mengikuti pelatihan yang digelar sejak 15 September lalu.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Para peserta Pelatihan Pranatacara di Balai Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul pada Kamis (17/09/2020). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kebudayaan (Disbud) alias Kundha Kabudayan Gunungkidul melakukan Pelatihan Pranatacara pada Kamis (17/09/2020).

Pelatihan dilakukan di Balai Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo.

Kabid Sejarah, Bahasa, dan Sastra Disbud Gunungkidul Sigit Pramudyanto menjelaskan kegiatan ini bukan pelatihan pranatacara atau pembawa acara (MC) biasa.

"Mereka yang hadir kami latih untuk menjadi pembawa acara berbahasa Jawa, lengkap dengan pakaian adat formal," jelas Sigit ditemui di lokasi kegiatan.

Dinkes Gunungkidul Fokuskan Wacana Swab Massal di OPD Layanan Publik

Sebanyak 32 peserta yang sebagian besar berusia muda mengikuti pelatihan yang digelar sejak 15 September lalu.

Mereka merupakan perwakilan dari karang taruna hingga kelompok sadar wisata (pokdarwis) dari seluruh pedukuhan di Bejiharjo.

Sigit menjelaskan pelatihan ini dilakukan sebagai upaya regenerasi.

Sebab menurutnya sebagian besar pembawa acara bahasa Jawa di Gunungkidul sudah berusia tua.

Hal ini bisa menyebabkan pranatacara bahasa Jawa semakin langka.

"Itu sebabnya pelatihan kami lakukan, sekaligus pembinaan bahasa dan sastra Jawa sebagai upaya pelestarian budaya" kata Sigit.

Bejiharjo menjadi lokasi pertama untuk pelatihan pranatacara tahun ini. Kalurahan ini dipilih lantaran statusnya sebagai desa budaya.

Menyesuaikan situasi saat ini, pelatihan pun dilaksanakan dengan protokol kesehatan COVID-19.

Pandemi Tak Menentu, Pemkab Gunungkidul Imbau Warga Tunda Mudik

Sujarwo selaku penanggungjawab acara dari Kalurahan Bejiharjo mengatakan pelatihan ini sebagai upaya peremajaan.

Sebab di Bejiharjo sendiri kebanyakan pranatacara bahasa Jawa sudah berumur.

"Peserta yang hadir di sini sebagian besar belum memiliki pengalaman sebagai pembawa acara," jelas Sujarwo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved