TRIBUNJOGJAWIKI

TRIBUNJOGJAWIKI : Candi Morangan

Candi ini merupakan candi hindhu yang tersebar di Kabupaten Sleman, candi ini merupakan candi yang terletak paling utara di wilayah DIY dan paling dek

Tayang:
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Dok BPCB DIY
Reruntuhan Candi Morangan 

Di kompleks Candi Morangan juga ditemukan yoni dan arca resi serta beberapa arca lain di dalam relung-relung candi.

Peletakan bangunan candi induk menghadap ke barat, memiliki satu bilik dengan denah bujur sangkar (7,95 m x 7,95 m) dengan selasar selebar 90 m.

Candi ini memiliki beberapa bagian yang terdiri atas sisi genta, belah rotan, bingkai persegi, serta takuk ganda.

Sedangkan candi perwara menghadap ke timur, dengan denah sama yaitu bujur sangkar (4 m x 4 m). Secara lengkap candi induk terdiri atas kaki, tubuh serta atap candi. Pembagian tersebut dalam agama Hindu melambangkan tiga alam yaitu bhurloka, bhuwarloka, dan swarloka.

Relief dan Keunikannya

Keunikan Candi Morangan memiliki banyak relief yang terpahat pada batang kaki dan tubuh candi yang dipastikan terletak antara perbingkaian atas dan bawah. Selain itu di candi ini terdapat satu panel relief yang membedakan dengan candi-candi lainnya, yaitu panel relief yang diperkirakan bagian dari cerita Tantri Kamandakan.

Relief tersebut mengisahkan fabel tentang seekor harimau yang tertipu oleh seekor kambing. Hal ini cukup istimewa karena selama ini relief tersebut biasanya hanya ditemukan pada candi berlatar belakang agama Buddha

Walau bentuk bangunan utama candi ini belum tersusun secara utuh, pengunjung dapat melihat serta mengamati relief-relief dengan cerita yang menarik. Terdapat enam relief unik yang terdapat di reruntuhan dinding candi ini.

Reruntuhan Candi Morangan
Reruntuhan Candi Morangan (Dok BPCB DIY)

Pertama, terdapat relief dua laki-laki mengapit tumpukan bunga-bungaan. Relief ini menggambarkan salah satu adegan dalam upacara keagamaan. Bunga merupakan salah satu unsur penting dalam pemujaan agama Hindu.

Kedua adalah relief dua wanita mengapit kendi besar dengan membawa kendi-kendi kecil. Relief ini menggambarkan salah satu adegan dalam upacara keagamaan. Kendi adalah tempat air suci yang dianggap dapat membersihkan noda dan dosa.

Ketiga adalah dua wanita menunggang gajah. Relief ini menggambarkan dua orang wanita menunggang gajah. Gajah adalah binatang istimewa karena pada zaman dulu hanya seorang raja yang boleh memilikinya sebagai simbol kemegahan kerajaan.

Sedangkan keempat adalah relief tiga orang resi membawa lontar pustaka (kitab suci) dan uptala (teratai biru). Sementara yang kelima adalah relief kepala Resi Agastya dalam relung.

Relief ini merupakan hiasan yang biasa terdapat pada bagian atap candi yang juga terdapat di Candi Gebang.

BPCB Tinjau Struktur yang Diduga Sisa Candi di Srimulyo Piyungan

Sedangkan yang keenam adalah relief ayam jantan disangga gana. Gana, atau sering juga disebut Shiwaduta, adalah makhluk kecil pengiring Shiwa. Sedangkan ayam jantan melambangkan kekuatan, keberanian dan kesuburan. Selain itu dalam kehidupan keagamaan, ayam sering digunakan sebagai hewan korban.

Penjaga Kawasan Candi Morangan, Hasyim, menerangkan, sisi utara, barat, dan selatan tubuh candi memiliki memiliki relung yang berisi arca.

Namun semuanya telah diamankan oleh kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta.

Identitas

Nama: Candi Morangan
Lokasi: Dusun Morangan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, DIY

Sumber

Andi Riyana Kanit Pemeliharaan BPCB DIY
candi.perpusnas.go.id
visitingjogja.com
kebudayaan.kemdikbud.go.id

(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved