Breaking News:

Yogyakarta

KSPI DIY Ajukan Sepultura, Minta Upah BLT Pekerja Bersifat Permanen

KSPI wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gelar aksi teatrikal di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY untuk meny

Dok KSPSI DIY
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gelar aksi teatrikal di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY untuk menyuarakan beberapa tuntutan, Selasa (15/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) gelar aksi teatrikal di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY untuk menyuarakan beberapa tuntutan.

Mereka membawa dekorasi berupa replika Covid-19 serta beberapa lainnya memperagakan alat berbentuk jarum dari kardus bertuliskan PHK.

Para peserta aksi berjalan menuju halaman depan kantor Disnakertrans DIY.

Ketua DPD KSPI DIY Irsyad Ade Irawan menjelaskan, aksi tersebut sebagi wujud penolakan kebijakan pemerintah terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja, diskriminasi pemberian BLT Covid-19 untuk pekerja, terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pemotongan upah.

"Ada tiga dasar tuntutan yang kami suarakan. Salah satunya mengenai syarat penerima bantuan BLT pemerintah yang syaratnya pekerja harus aktif di BPJS Ketenaga kerjaan," katanya, Selasa (15/9/2020).

Usai gelar aksi teatrikal, perwakilan dari KSPI melakukan audiensi dengan pegawai Disnakertrans DIY.

KSPSI DIY Desak Pemberian Subsidi Pekerja Tidak Ada Diskriminasi

Menurut Isryad, sebagian besar pekerja khususnya buruh di DIY menerima upah di bawah Rp5 juta.

Irsyad beranggapan, rendahnya upah di DIY lantaran hal itu merupakan kebijakan politik yang ditetapkan pemerintah DIY dan terlegitimasi melalui PP 78/2015 tentang pengupahan.

"Akibatnya upah kami rendah dan tidak sesuai dengan survei Kebutuhan Layak Hidup (KHL)," tegasnya.

Hal lainnya mengenai aturan penyaluran BLT Rp600 ribu untuk pekerja, menurut dia perlu dilakukan evaluasi.

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved