Breaking News:

Bisnis

Kisah Dua Mahasiswa Kembangkan Usaha Quilting dari Kain Perca

Dengan menuangkan jiwa seni dan keuletan untuk belajar, dua bersaudara Afifah Ainun Mardiyah dan Arifah Nurul Maghfirah mampu membuktikan hal itu.

Istimewa
Arifah Nurul Maghfirah (kiri) dan Afifah Ainun Mardiyah (kanan) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Kain perca notabene adalah produk buangan. Namun demikian, ternyata ia mampu diolah menjadi produk premium.

Dengan menuangkan jiwa seni dan keuletan untuk belajar, dua bersaudara Afifah Ainun Mardiyah dan Arifah Nurul Maghfirah mampu membuktikan hal itu.

Pola geometri warna-warni berpadu cantik menjadi penghias dinding, sarung bantal, dan taplak meja.

Calon pembeli dapat melihat beberapa sampel produk tersebut di akun Instagram @arfa.quilt.

Siapa sangka, usaha yang baru dirintis dua bulan lalu itu laris manis diserbu pemesan. Padahal, sejak memulai usahanya saat awal Juli lalu, Afifah mengaku belum pernah menyentuh mesin jahit.

Sultan HB X Minta Mahasiswa yang Masuk DIY Didata

“Waktu awal, sama sekali belum bisa jahit, menyentuh mesin jahit pun pertama kali. Belajar memasukkan benang ke mesin jahit juga pertama kali. Kebetulan di rumah ada mesin jahit, setelah itu belajar otodidak,” ujar Afifah kepada Tribunjogja.com.

Ia bercerita, sebelumnya pernah membangun suatu start up di bidang socioentrepreneur yang berfokus pada pengolahan kain bekas.

Di situ Afifah berperan sebagai content creator.

Suatu hari, ia menelusuri di internet tentang ragam pemanfaatan kain perca.

Halaman
123
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved