Breaking News:

Yogyakarta

134.708 Usaha Mikro dan Ultra Mikro DIY Lolos Final Bantuan Hibah Produktif 

Jumlah tersebut merupakan gabungan data yang diusulkan dari beberapa lembaga di wilayah Yogyakarta seperti BNI, BRI, koperasi, dan PNM.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 134.708 pelaku usaha mikro dan ultra mikro di wilayah Yogyakarta lolos final seleksi bantuan hibah produktif dari pusat.

Angka tersebut didapat setelah melalui verifikasi yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) berdasarkan dari kesesuaian data seperti kelengkapan nomor induk kependudukan (NIK), sistem layanan informasi keuangan (SLIK),dan sistem infromasi kredit program (SIKP).

Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Agus Mulyono mengatakan, jumlah pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang lolos final merupakan gabungan data yang diusulkan dari beberapa lembaga di wilayah Yogyakarta seperti BNI, BRI, koperasi, dan Permodalan Nasional Madani (PNM).

"Jadi, jumlah yang lolos itu bukan hanya dari data Dinkop UKM DIY melainkan gabungan seluruhnya. Data yang lolos tersebut masih dimungkinkan akan ada perubahan karena perbaikan dan penyesuain data terus dilakukan,"jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (14/09/2020).

Sebanyak 219.935 Usaha Mikro dan Ultra Mikro DIY Lolos Valid NIK untuk Bantuan Dana Hibah Produktif

Meskipun sebagian data telah melewati proses final, lanjut Agus, pendataan kepada pelaku usaha mikro dan ultra mikro masih terus berjalan.

Pelaku usaha mikro dan ultra mikro masih bisa mendaftarkan usahanya baik melalui tingkat kelurahan, kabupaten, maupun provinsi.

"Pendataan masih dilakukan secara berjenjang. Sehingga, para pelaku usaha dapat mendaftar pada instansi terdekat. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kerumunan,"ujarnya.

Untuk penutupan pendaftaran, sambung Agus, belum ada arahan dari pusat.

Sehingga, pihaknya pun tetap melakukan pendataan hingga hari ini.

Jumlah pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang mendaftar pada September lebih sedikit dibandingkan dengan Agustus lalu.

"Pendataan masih terus dilakukan sampai kuota di pusat terpenuhi. Pendaftaran bulan ini memang tak semasif dibandingkan bulan lalu. Pada awal September 2020 ini yang melakukan pendaftaran hanya sekitar 11.690. Padahal pada Agustus 2020 lalu, dalam sehari yang mendaftar bisa tembus hingga puluhan ribu," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved