Bisnis

Kisah Dua Mahasiswa Kembangkan Usaha Quilting dari Kain Perca

Dengan menuangkan jiwa seni dan keuletan untuk belajar, dua bersaudara Afifah Ainun Mardiyah dan Arifah Nurul Maghfirah mampu membuktikan hal itu.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Arifah Nurul Maghfirah (kiri) dan Afifah Ainun Mardiyah (kanan) 

Sama seperti sang kakak, Arifah juga seorang mahasiswa aktif.

Perempuan kelahiran 17 Maret 2001 itu berkuliah di Jurusan Gizi IPB angkatan 2018.

Afifah bertugas di bagian produksi, sementara Arifah bagian promosi.

Hingga kini, mereka telah menerima 30 lebih pesanan yang masuk tanpa henti.

Tim yang bertugas pun ditambah menjadi enam personel.

Menurut Afifah, produk yang paling disukai adalah satu set taplak meja dan sarung bantal. Satu paket tersebut dibanderol mulai Rp400 ribu.

Jika membeli satuan, dikenakan harga mulai Rp175-200 ribu.

Sementara, ia mengaku, omzet yang dihasilkan selama ini telah mencapai Rp3 juta lebih dan hampir Rp4 juta.

“Untuk harga paket mulai Rp400-an ribu. Tergantung ukuran dan kerumitan. Bisa pesan satuan juga. Karena membeli produk quilt ini seperti membeli produk seni,” beber Afifah.

Bahan yang digunakan dalam membuat produk itu tidak semuanya dari kain perca. Melainkan campuran tiga jenis bahan, yaitu kain perca, kain baru, dan pakaian bekas dari orang-orang yang berdonasi.

Belajar Otodidak, Warga Bantul Ubah Limbah Jadi Kerajinan

Setelah sukses membuat produk taplak meja, hiasan dinding, dan sarung bantal, mereka berniat merambah produk lain semisal masker, tas, sajadah, dan dress.

Sementara, motif andalan semua produk mereka menggunakan pola geometri. Menurut Afifah, membuat pola itu lebih mudah baginya.

Ia mendapatkan ide motif-motif itu dari melihat referensi di Pinterest, YouTube, dan lainnya lalu melakukan modifikasi sendiri.

Kedua kakak beradik ini selama pandemi menghabiskan waktu di kota asalnya, Makassar. Maka sebagian besar promosi dan penjualan pun dilakukan secara daring.

“Rencana mau buka toko di Makassar dulu. Setelah yang di sini settle, baru di Yogya,” tandas Afifah.

Ditanya terkait peluang usaha produk quilting, Afifah menjawab peluangnya sangat besar.

“Kompetitornya belum banyak. Peluangnya besar banget karena belum banyak yang tahu, punya keunikan sendiri, handmade, premium, dan enggak pasaran. Sampai saat ini orderan sudah stabil,” terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved