Pengakuan Ridwan Kamil Setelah Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Ini yang Ia Rasakan

Setelah disuntik, pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku mengalami pegal-pegal dan mudah mengantuk.

Editor: Muhammad Fatoni
Humas Pemprov Jabar via kompas.com
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melihat dua alat pendeteksi Covid-19 buatan ilmuan Jabar di FMIPA Unpad, Bandung, Kamis (14/5/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menceritakan pengalamannya menjadi relawan uji klinis tahap tiga vaksin Covid-19 Sinovac.

Ia menjalani penyuntikan dosis pertama di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020).

Setelah disuntik, pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku mengalami pegal-pegal dan mudah mengantuk.

"Lagi gampang ngantuk itu aja. Di luar itu enggak ada kendala-kendala fisik. Pegal hanya awal di lima menit, tapi udah dua hari bada (setelah) Maghrib rada-rada ngantuk," terang Ridwan Kamil dalam video yang diunggah kanal YouTube Kompastv, Senin (31/8/2020).

10 Positif Covid-19 Klaster Warung Soto Isolasi di Satu Kompleks, Lingkungan Sekitar di-Lockdown

Peta Sebaran Kasus Baru Covid-19 Senin 31 Agustus 2020 Petang Ini, Data UPDATE Rinci di 34 Provinsi

Ridwan Kamil berharap apa yang ia rasakan bukan merupakan efek dari penyuntikan vaksin.

Meski demikian, ia tetap melaporkan perubahan kebiasaan yang dialaminya demi kelancaran uji klinis vaksin Sinovac.

"Tapi mudah-mudahan bukan karena faktor vaksin, tapi tetap perubahan itu harus saya laporkan," ujarnya.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan relawan uji klinis vaksin virus corona (Covid-19) mengaku setelah penyuntikan vaksin dosis pertama mengalami pegal dan mengantuk.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan relawan uji klinis vaksin virus corona (Covid-19) mengaku setelah penyuntikan vaksin dosis pertama mengalami pegal dan mengantuk. (TRIBUN JABAR/NAZMI ABDURRAHMAN )

Ridwan Kamil menambahkan, setelah mengikuti penyuntikan vaksin dosis pertama dirinya tidak mengurangi kegiatan.

Namun lebih pada memilih jenis kegiatan dan menghindari melakukan sesuatu yang mempunyai risiko motorik tinggi.

Hal itu dilakukan tentunya untuk mengurangi kemungkinan terserang penyakit.

Sementara itu, Rani, relawan uji klinis vaksin Covid-19 mengatakan bahwa dirinya juga mengalami pegal dan mengantuk setelah disuntik vaksin dosis pertama.

Bahkan di hari kedua pascapenyuntikan, Rani merasa menggigil, tetapi hasil pengecekan suhu menunjukkan dirinya tidak demam.

"Jadi pas disuntik yang pertama itu sakit di lokasi suntikan terus pegal sedikit, sejam-an, udah gitu rada ngantuk, ngantuknya seharian itu ngantuk."

Perlu Dipahami, Vaksin COVID-19 untuk Memutus Penularan Virus Corona, Bukan Imunisasi

Presiden Jokowi Sebut Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Bisa Dilakukan pada Januari 2021

"Terus besoknya agak menggigil tapi enggak demam, pas cek suhu tubuh 36 derajat celcius, jadi saya tidak minum obat selama 14 hari," kata Rani melansir video di kanal YouTube Kompastv, Minggu (30/8/2020).

Sedangkan setelah penyuntikan vaksin dosis kedua, Rani merasakan denyut jantungnya berdebar lebih cepat, dan di lokasi suntikan sedikit membengkak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved