Gunungkidul

Bhayangkari Gunungkidul Serahkan Bantuan Air Bersih ke Warga Tileng Girisubo

Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-68 tahun ini.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Anggota Bhayangkari Kabupaten Gunungkidul mengalirkan air bersih ke dalam tandon berkapasitas 5 ribu liter di Pedukuhan Sawah, Kalurahan Tileng, Girisubo pada Senin (24/08/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Warga di Pedukuhan Sawah, Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo mendapatkan bantuan air bersih dari organisasi Bhayangkari cabang Gunungkidul.

Penyerahan bantuan dilakukan pada Senin (24/08/2020) pagi tadi.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan oleh Ketua Bhayangkari Gunungkidul Sari Wahyu Dani, didampingi oleh Kapolsek Girisubo Iptu Wasdiyanto beserta istri.

Sari dalam sambutannya mengatakan penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-68 tahun ini.

"Sesuai imbauan dari Bhayangkari DIY, peringatan diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Maka kami sepakat menyerahkan bantuan air bersih ini," jelas Sari.

Kekeringan Mulai Meluas, 262 Pedukuhan di Gunungkidul Mulai Kesulitan Air Bersih

Selain menyerahkan bantuan air bersih, Bhayangkari Gunungkidul juga memberikan tempat penampung air berupa tandon untuk warga Sawah.

Tandon tersebut mampu menampung sekitar 5 ribu liter air.

Bdiserahkan secara simbolis dengan mengisi tandon tersebut hingga penuh.

Proses ini turut didampingi oleh Dukuh Sawah Subayato dan Lurah Tileng Suwardi.

"Mungkin bantuan ini belum sesuai harapan warga, tapi kami harap bisa bermanfaat terutama di musim kemarau ini," kata Sari.

Suwardi mengatakan Kalurahan Tileng memiliki 16 pedukuhan dengan total 1.506 kepala keluarga (KK).

Wilayah ini merupakan satu dari beberapa yang terdampak kekeringan dan krisis air pada musim kemarau tahun ini.

BMKG : Sejumlah Wilayah DIY Terancam Dilanda Kekeringan Meteorologis

Ia mengatakan sudah melaporkan situasi tersebut ke pihak Kapanewon.

Selain itu, upaya mengakali krisis air pun terus dilakukan, berkoordinasi dengan PDAM Tirta Handayani Gunungkidul.

"Bersama PDAM, kami berupaya mencari sumber air alami yang masih tersedia," jelas Suwardi.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan Girisubo menjadi wilayah dengan kekeringan yang cukup parah.

Tercatat ada 3.311 KK atau 11.675 jiwa terdampak kekeringan di Girisubo.

Dropping air bersih pun sudah dilaksanakan untuk mengatasi krisis air di sana.

"Pelaksanaan dropping air sudah kami lakukan sejak akhir Juli lalu," kata Edy. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved