Yogyakarta
BMKG : Sejumlah Wilayah DIY Terancam Dilanda Kekeringan Meteorologis
BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kekeringan ini terhadap sektor pertanian dan lingkungan.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan, sejumlah wilayah di daerah setempat berpotensi dilanda bencana kekeringan meteorologis dini saat menghadapi musim kemarau mendatang.
Hal ini menyusul hasil monitoring hari tanpa hujan berturut-turut (HTH) dan prediksi curah hujan dasarian (10 harian) hingga dua dasarian ke depan.
"Bahwa terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis atau berkurangnya curah hujan dari keadaan normal. Dan itu terjadi dalam waktu yang panjang, bisa bulanan atau dua bulanan," kata Kepala BMKG DIY, Reni Kraningtyas, Kamis (23/7/2020).
Reni menjelaskan, sejumlah wilayah yang berpotensi dilanda bencana kekeringan meteorologis dini itu dibagi pihaknya kedalam dua jenis yakni waspada maupun siaga.
• BPBD Bantul Siaga Hadapi Bencana Kekeringan, Mulai Petakan Titik-titik Rawan
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak kekeringan ini terhadap sektor pertanian dan lingkungan.
"Status siaga karena telah mengalami 31 sampai 60 HTH dan prospek peluang curah hujan rendah kurang dari 20 milimeter per dasarian," katanya.
Adapun sejumlah wilayah di DIY yang saat ini berstatus siaga kekeringan adalah Kecamatan Bambanglipuro, Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Jetis, Kasihan, Pajangan, Piyungan, Pleret, Pundong, Sanden, Sewon, Srandakan (Kabupaten Bantul).
Selain itu, ada pula Tegalrejo, Umbulharjo (Kota Yogyakarta), Rongkop (Gunungkidul), Galur, Kokap, Lendah, Panjatan, Pengasih (Kulon Progo), serta Berbah, Depok, Gamping, Kalasan, serta Seyegan (Sleman).
Sementara, sejumlah daerah lainnya di DIY ditetapkan dengan status waspada atau telah mengalami 21-30 HTH dengan prospek peluang curah hujan rendah kurang dari 20 milimeter per dasarian.
• Data COVID-19 DI Yogyakarta Terkini: 21 Kasus Baru, 13 di Antaranya Kalangan Rumah Sakit & Puskesmas
Daerah tersebut yakni Kecamatan Pandak (Kabupaten Bantul), Girisubo, Panggang, Purwosari, Tanjungsari, Tepus (Gunungkidul) dan Kecamatan Girimulyo Kalibawang, Sentolo (Kulon Progo), dan Cangkringan, Godean, Minggir, Mlati, Moyudan, Ngaglik (Sleman).
"Dampaknya mulai dari berkurangnya pasokan air pada lahan pertanian, meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.
Berdasarkan hasil monitoring terhadap perkembangan musim kemarau, menunjukkan bahwa seluruh wilayah DIY sudah memasuki musim kemarau.
Sementara, puncak musim kemarau diprakirakan berlangsung pada Agustus 2020 mendatang.
"Secara normalnya awal musim hujan DIY dimulai pada pertengahan Oktober hingga awal November," kata dia. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kekeringan_2607_20170726_215818.jpg)