Update Corona di DI Yogyakarta

Sempat Overload, Zona 2 Depan Malioboro Mall Dapat Perhatian Khusus Saat Long Weekend

Kawasan depan Malioboro Mall disinyalir kembali menjadi titik paling rawan kerumunan massa, pada long weekend ini.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Suasana wisatawan mengunjungi Malioboro, Minggu (9/8/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM - Kawasan depan Malioboro Mall disinyalir kembali menjadi titik paling rawan kerumunan massa, pada long weekend ini.

Berbagai upaya pun bakal ditempuh oleh Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro, untuk mengurai pengunjung agar tercipta situasi jaga jarak aman.

Selama situasi pandemi, Jalan Melioboro dibagi dalam 5 zona. Zona 1 dimulai dari Grand Inna-Malioboro Mall, Zona 2 dari Malioboro Mall-Mutiara, Zona 3 dari Halte Transjogja 2-Suryatmajan, Zona 4 dari Suryatmajan-Pabringan, lalu untuk Zona 5 antara Pabringan-Titik Nol Kilometer.

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto mengatakan, selama akhir pekan sulam, kawasan depan Malioboro Mall yang masuk Zona 2, merupakan kawasan yang paling ramai wisatawan.

Antisipasi Lonjakan Pengunjung, UPT Malioboro Minta Tambahan Personil dari Dishub dan Satpol PP

Bahkan, titik tersebut, menjadi satu-satunya zona yang sempat terjadi overload, atau melebihi kapasitas.

"Tiap zona kan sudah dibatasi, maksimal 500 orang. Tapi, yang terjadi di depan Mall sangat ramai. Itu satu-satunya zona yang sampai penuh ya, dan terjadi saat akhir pekan kemarin," katanya, dikonfirmasi Jumat (14/8/2020).

Ia tak menampik, kawasan itu bakal kembali menjadi pusat keramaian saat akhir pekan nanti, yang diyakini wisatawan yang datang kembali melonjak.

Pihaknya pun berjanji akan sigap melakukan penguraian pengunjung melalui radio, maupun petugasnya yang stand by di setiap zona.

"Antisipasinya adalah dengan informasikan lewat radio dan petugas, agar pengunjung bisa bergeser, karena mungkin sudah ada yang terlalu lama di situ, supaya tidak terjadi kerumunan yang berlebih ya," ungkap Ekwanto.

Di samping itu, agar 36 petugas Jogoboro yang mengemban tanggung jawab pada ketertiban Malioboro tak kewalahan, UPT resmi menyuntik tambahan tenaga dari instansi lain, seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta.

Kewalahan Hadapi Lonjakan Pengunjung Malioboro, Pemkot Yogya Siap Tambah Jumlah Petugas

"Long weekend ini kita siagakan 36 petugas Jogoboro, lalu 48 dari Satpol PP dan Dishub. Itu saja, kalau ramai, tetap tidak terlihat petugasnya. Mudah-mudahan ya, nanti ada bantuan, dari Koramil dan Polsek, kalau kondisinya benar-benar membutuhkan tambahan," terangnya.

Kekhawatiran itu tentu bukan tanpa sebab, mengingat saat weekend reguler kemarin, jumlah pengunjung di Malioboro tercatat lebih dari 1.500 orang, dan berasal dari bermacam daerah.

Karenanya, melihat kondisi ini, Ekwanto mengaku dilematis, lantaran Covid-19 masih mengancam.

"Saat akhir pekan sekarang memang sudah ramai, seperti kondisi normal. Makanya, saya senang, tapi takut. Senang karena ekonomi mulai menggeliat, tapi kita takut terjadi klaster penularan dan harus puasa lagi," cetusnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved