Yogyakarta

Serikat Pekerja di DIY Inginkan Pemberian Kartu Prakerja Tahap V Harus Teliti

KSPI DIY mendesak agar pemerintah mengganti program Kartu Prakerja secara online tersebut dengan metode Offline.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pekerja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah dapat menyiapkan persyaratan keikut sertaan program Kartu Prakerja di bulan ini.

Menanggapi hal itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia DIY, Irsad Ade Irawan mengatakan, pihaknya justru menganggap program Kartu Prakerja hanya menghambur-hamburkan uang.

Jika melihat relevansi yang ada, pemberian Kartu Prakerja sangat tidak relevan karena pekerja tidak dapat memanfaatkan sertifikat pelatihan yang didapat.

Kartu Prakerja Tahap IV, Disnakertrans DIY Prioritaskan Bagi 24 Ribu Pekerja yang Gagal Sebelumnya

"Karena materi yang diajarkan tak jauh lebih bagus dari yang ada di Youtube. Selain itu, waktu para pekerja yang mayoritas orang-orang desa juga terbatas," ungkapnya.

Ia mendesak agar pemerintah mengganti program Kartu Prakerja secara online tersebut dengan metode Offline.

Bahkan, Irsad meminta agar anggaran Kartu Prakerja sebaiknya diberikan dalam bentuk fisik.

"Bisa dengan bantuan langsung tunai. Karena perusahaan sampai September masih belum maksimal keuangannya. Lebih baik dialokasikan ke BLT atau bentuk lain untuk bertahan hidup," imbuh Irsad.

Ia pun turut menyikapi serapan pengguna kartu Prakerja yang lolos di tahap I hingga III sebanyak 12.763 orang.

Unik, Lemari Makan Gratis Ajak Warga Jogja Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

Menurutnya, jika pengadaan kartu prakerja dapat dilaksanakan secara online, anggaran untuk akses internet dapat dialokasikan ke bentuk fisik.

"Sehingga anggaran untuk biaya online tidak bengkak. Akhirnya kan yang menyerao hanya 12.763. Sementara yang 24 ribu sekian tidak masuk," tuturnya.

Ia berharap, proses pemberian kartu Prakerja tahap V mendatang harus lebih teliti.

Ia juga menyikapi terkait perubahan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pengakses program tersebut.

"Ya harapannya bisa lebih baik, untuk tahap V nanti," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved