Breaking News:

Penjelasan Dokter Spesialis Saraf RSA UGM, Thermo Gun untuk Cek Suhu Tubuh Tidak Merusak Otak

Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr Fajar Maskuri, SpS MSc, mengatakan bahwa anggapan itu tidak benar.

TRIBUNJOGJA.COM / Gaya Lufityanti
Petugas Jogoboro melakukan protokol kesehatan berupa cek suhu tubuh dan scan barcode pada pengunjung Malioboro, Sabtu (4/7/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Isu terkait thermo gun yang disebut berbahaya dan dapat merusak otak sempat santer beredar di tengah masyarakat.

Namun, Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr Fajar Maskuri, SpS MSc, mengatakan bahwa anggapan itu tidak benar.

“Bila ada yang mengatakan thermo gun memancarkan radiasi tertentu sehingga merusak otak itu tidak benar. Prinsip kerja thermo gun itu menangkap sinyal inframerah, jadi tidak memancarkan radiasi, tetapi justru menangkap radiasi dari tubuh manusia,” tutur Fajar dalam Webinar RSA UGM, Selasa (4/8/2020).

Ia menjelaskan, thermo gun sama dengan thermometer lain yang berfungsi untuk mendeteksi suhu tubuh seseorang.

BREAKING NEWS : Hari Ini Ada 12 Kasus Baru Positif Covid-19 di DIY, Kasus di Sleman Mendominasi

UPDATE Sebaran Kasus Baru Covid-19 di Indonesia 5 Agustus 2020, Berikut Data Rinci di Tiap Provinsi

“Hanya di era Covid-19 ini penggunaannya menjadi lebih sering untuk menjadi screening awal sebelum dilakukan screening lebih lanjut. Itu juga bagian dari protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” tandasnya.

Fajar menerangkan, tubuh manusia memancarkan gelombang elektro magnetik dalam bentuk sinar inframerah.

Sinar tersebut selanjutnya ditangkap oleh thermo gun.

Di dalam thermo gun, gelombang inframerah itu diubah menjadi gelombang listrik yang nantinya diubah lagi menjadi tampilan di layar thermo gun yang mengeluarkan angka suhu tubuh.

Salah satu pengurus Masjid Jogokaryan mengecek suhu warga yang hendak berbuka puasa
Salah satu pengurus Masjid Jogokaryan mengecek suhu warga yang hendak berbuka puasa (Tribunjogja/Irvan Riyadi)

Menurutnya, thermo gun sudah sejak lama digunakan di beberapa rumah sakit.

Halaman
12
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved