Hukum Berpuasa di Hari Tasyrik Tanggal 11,12,13 Dzulhijjah, Begini Penjelasannya Menurut Syariat
Dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik karena hari tersebut merupakan hari yang harus dirayakan.
TRIBUNJOGJA.COM - Hukum berpuasa saat Hari Tasyrik, yaitu pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah menurut syariat Islam adalah dilarang.
Dimana pada hari-hari tersebut, umat muslim tidak diperkenankan atau dilarang melaksanakan ibadah puasa.
Hal itu juga sama halnya dengan larangan berpuasa saat dua Hari Raya, yakni Idul Fitri maupun Idul Adha.
Mengapa demikian?
Menurut Wakil Sekretaris PWNU DIY, Ustaz Muhajir, dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik karena hari tersebut merupakan hari yang harus dirayakan.
"Pada masa itu, kita (umat muslim) melakukan perayaan maka hendaklah mengikuti perayaan tersebut, karena itu hari-hari makan dan minum," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Minggu (25/07/2020).
• Gelar Salat Iduladha, Masjid Gedhe Kauman Terapkan Protokol Kesehatan Ketat
• Lafaz Bacaan Takbiran Jelang Idul Adha 1441 H, Berikut Waktu Pelaksanaan hingga Maknanya
Dilarangnya berpuasa pada hari Tasyrik pun dijelaskan dalam beberapa hadis, berikut kutipannya:
1) Sabda Rasulullah SAW dalam HR. Abu Daud terkait hari Tasyrik :
عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَهِىَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ (رواه أبو داود)
Artinya: “Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah SAW bersabda: hari Arafah (9 Dzul Hijjah), hari Idul Adha (10 DzulHijjah) dan hari-hari Tasyrik merupakan hari raya kita umat Islam.
Hari-hari tersebut merupakan hari makan dan minum.” (HR. Abu Daud).
2) Ibnu Rajab dalam bukunya Lathaif al-Ma’arif menjelaskan alasan keharaman berpuasa pada hari Tasyrik:
نهي عن صيام أيام التشريق لانها أعياد للمسلمين مع يوم النحر، فلا تصام بمنى ولا غيرها عند جمهور العلماء خلافا لعطاء في
قوله: إن النهي يختص بأهل منى.
Kutipan tersebut menjelaskan, larangan berpuasa pada hari Tasyrik karena hari raya umat Islam, di samping hari raya kurban.
Oleh sebab itu, menurut mayoritas ulama, tidak diperbolehkan berpuasa di Mina maupun di tempat lain.

3) Hadis riwayat Ka’b bin Malik pun menjelaskan terkait hari Tasyrik
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – بَعَثَهُ وَأَوْسَ بْنَ الْحَدَثَانِ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ فَنَادَى: أَنَّهُ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ مُؤْمِنٌ . وَأَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ.
Artinya: "Bahwasannya Rasulullah SAW mengutus Ka'ab da Aus bin Al Hasadasan pada hari-hari Tasyrik.
Lalu beliau memanggul (seraya mengatakan) bahwa tidak ada yang dapat masuk surga kecuali orang mukmin, dan hari-hari Mina (hari Tasyrik) adalah hari-hari makan dan minum". (HR.Muslim)
Hadis-hadis tersebut sangat jelas menggambarkan bahwa pada hari Iduladha dan tiga hari setelahnya yang disebut hari Tasyrik adalah hari dilarang berpuasa.
Ustaz Muhajir menjelaskan lagi, pada masa itu (hari Tasyrik) masih disunnahkannya untuk menyembelih hewan kurban.
Oleh karena itu, umat Islam seluruhnya, baik kaya atau miskin akan menyantap daging hewan kurban tersebut.
Hari yang Istimewa
Hari Tasyrik juga disebutkan dalam beberapa riwayat dan hadis, merupakan waktu yang memiliki keistimewaan tersendiri.
Karena dijadikan Allah sebagai hari yang istimewa, maka Hari Tasyrik menjadi waktu yang istimewa untuk banyak berzikir dan berdoa.
Mengacu hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Qath ra, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari qurban (Idul Adha) kemudian hari al-qarr," (HR. Abu Daud 1765, Ibnu Khuzaimah 2866).
Yang dimaksud dengan hari 'al-qarr' adalah tanggal 11 Dzulhijjah, yang merupakan hari kedua setelah Idul Adha.
• Larangan Berpuasa Saat Idul Adha dan Hari Tasyrik Tanggal 11,12,13 Dzulhijjah
• Resep Olahan Daging Kurban: Babat Sapi, Sate Kambing, Tongseng, Empal - Menu Lezat Idul Adha 1441 H
Keistimewaan lain hari tasyrik adalah adanya larangan berpuasa bagi seluruh umat Islam.
Larangan ini muncul karena hari ini merupakan hari makan dan minum.
Dalam hadis disebutkan :
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).
Amalan di Hari Tasyrik
1. Memperbanyak Doa
Bacaan doa sapu jagat dikenal dengan doa selamat dunia akhirat.
Menurut para ulama, doa ini mencakup seluruh permintaan manusia baik di dunia maupun di akhirat.
Berikut lafaz doa sapu jagad dari arab, latin hingga artinya :
رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"RABBANAA AATINAA FIDDUN YAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WAQINAA ‘ADZAA BAN NAAR."
Artinya :
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.
2. Perbanyak zikir
Pada Hari Tasyrik disunnahkan untuk memperbanyak zikir.
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
“Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (QS. Al Baqarah: 203).
Beberapa dzikir yang diperintahkan Allah SWT di Hari Tasyrik antara lain:
- Berdzikir kepada Allah dengan bertakbir setelah selesai menunaikan salat wajib.
- Membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir ketika menyembelih kurban.
- Berdzikir memuji Allah Ta’ala ketika makan dan minum.
- Berdzikir dengan takbir ketika melempar jumroh di Hari Tasyrik.
- Berdzikir pada Allah secara mutlak karena kita dianjurkan memperbanyak dzikir di hari-hari Tasyrik.

3. Banyak mengucap syukur
Di Hari Tasyrik perbanyaklah bersyukur.
Hari Tasyrik lekat dengan hari makan dan minum, karena itulah akan lebih baik diiringi dengan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Dengan mengucap syukur, akan lebih sempurna segala nikmat yang didapat.
4. Makan dan minum di hari Tasyrik untuk memperkuat ibadah
Hari Tasyrik disebut dengan hari makan dan minum, juga dzikir kepada Allah.
Makan dan minum di hari raya seperti ini dapat menolong kita untuk berdzikir dan melakukan ketaatan pada-Nya.
Dengan inilah semakin sempurna rasa syukur terhadap nikmat karena dapat menolong melakukan ketaatan kepada Allah.
Oleh karena itu, barangsiapa menggunakan nikmat Allah untuk bermaksiat, berarti dia telah kufur pada nikmat.
Maksiat inilah yang nantinya akan menghilangkan nikmat. Sedangkan bersyukur pada Allah itu akan menghilangkan bencana.
5. Menyembelih Hewan Kurban
Jika belum sempat menyembelih hewan kurban di Hari Raya Idul Adha, di Hari Tasyrik masih bisa dilaksanakan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Di setiap hari tasyrik, boleh menyembelih.” (HR. Ahmad, ibn Hibban, Ad-Daruquthni, dan yang lainnya).
( tribunjogja.com )