Kulon Progo

Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY Sinergi dengan Pemkab Kulonprogo Melalui Pendampingan KUBE

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi DIY bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY Heru Pudyo Nugroho saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan kerjasama ekonomi dan keuangan daerah guna pemulihan ekonomi nasional di Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi DIY bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo.

Hal itu diwujudkan dalam mengadakan kegiatan koordinasi Kerjasama Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKD) guna Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk Pelatihan Budidaya Ayam Petelur sebagai upaya Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Pelaku Usaha Mikro melalui Pendampingan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kabupaten Kulonprogo.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY Heru Pudyo Nugroho mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu peningkatan kualitas usaha para pengrajin batik di Lendah, Kabupaten Kulonprogo yang bekerjasama dengan Balai Besar Kerajinan Batik.

"Upaya ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka untuk membantu mengatasi problem kemiskinan di Kabupaten Kulonprogo melalui pemberdayaan masyarakat yang melakukan usaha produktif di level ultra mikro seperti peternak dan pengrajin yang melakukan usaha produktif di sektor informal," tuturnya Rabu (29/7/2020).

Kisah Kakak Beradik di Kota Yogya Jalani Profesi jadi Badut demi Bantu Perekonomian Keluarga

Terlebih para pelaku usaha produktif di Kabupaten Kulonprogo yang masih menjadi penerima bantuan sosial (bansos) tidak lagi mengakses bansos tersebut.

Jika usaha yang dijalankan tersebut sudah mulai mengalami peningkatan dan membutuhkan penambahan permodalan akan diarahkan untuk mengakses skema pembiayaan ultra mikro yang disediakan oleh pemerintah melalui kementerian keuangan.

Lebih lanjut, Heru mengatakan Ultra mikro telah disosialisasikan sejak awal Maret 2020 lalu dan menggandeng pegadaian dan PT PNM yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan sebagai agen penyalur dari pembiayaan ultra mikro.

"Diharapkan melalui pelatihan ini bagi para pelaku usaha ayam petelur yang tergabung di Kube dapat bertahan dari dampak pandemi Covid-19," ucapnya.

Sementara, Bambang Sutrisno sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Kulonprogo mengatakan, melalui Kube sebagai salah satu instrumen untuk memberdayakan perekonomian masyarakat khususnya prasejahtera sehingga dapat menggerakkan perekonomian untuk memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing.

Bantu Entaskan Kemisikinan, Pemkot Yogya Gandeng Generasi Muda untuk Kembangkan KUBE

"Sejauh ini Kube di Kulon Progo berjalan cukup bagus karena bermitra dengan e-warung sebagai supplier yang sangat membantu pemberdayaan dari sisi ekonomi," tutur Bambang.

Harapannya melalui pelatihan ini dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kulonprogo.

"Kami berkewajiban turut mendampingi, memotivasi dan menfasilitasi sehingga masyarakat betul-betul sejahtera tidak hanya sebatas saat pelatihan ini dilakukan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved