Yogyakarta
Dinsos DIY Inginkan Masing-masing Kabupaten dan Kota Miliki Camp Assesment bagi PMKS
Selain memperkecil penyebaran PMKS, assesment di tiap Kabupaten/Kota bertujuan agar lebih mudah dalam mengontrol pergerakan PMKS.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Anggaran itu diprioritaskan bagi penghuni Camp Assesment Dinsos DIY.
Dengan kapasitas tiap bulannya mencapai 150 hingga 170 orang.
"Itu setiap tiga bulan selesai assesment kami pulangkan. Ya fluktuatif jumlah tiap bulannya," papar Suyarno.
Secara kapasitas tempat rehabilitasi, Dinsos DIY sudah termasuk overload.
Suyarno pun mendesak agar tiap-tiap Kabupaten/Kota supaya memiliki tempat assesment sendiri-sendiri.
Selain memperkecil penyebaran PMKS, assesment di tiap Kabupaten/Kota bertujuan agar lebih mudah dalam mengontrol pergerakan PMKS.
• Begini Nasib PMKS Luar Daerah di DIY Saat Pandemi Covid-19
"Kami sudah berharap agar Pemkab atau Pemkot memiliki tempat assesment sendiri-sendiri. Karena di kami sudah termasuk overload. Jangan dibayangkan ruang isolasi bagi mereka itu bagus. Sangat sederhana dan ala kadarnya," urainya.
Jika melihat data para PMKS berdasarkan usia dan golongan, sepanjang 2019 kali ini Dinsos DIY merinci untuk balita terlantar sebanyak 620 anak.
Untuk kasus anak terlantar sebanyak 9.607 anak, gelandangan sebanyak 197 orang, fakir miskin sebanyak 322.459 Kepala Keluarga (KK) serta kelompok lansia terlantar sebanyak 37.442 jiwa.
Persoalan itu pun menjadi pekerjaan rumah yang sulit dituntaskan oleh pemerintah hingga saat ini.
Seharusnya adanya pemberdayaan ekonomi melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) para PMKS ini dapat diberdayakan.
"Kalau untuk daerah lain mungkin sudah ada. Namun di kami masih belum. Kami masih butuh tenaga ahli dan relasi untuk mengarah ke situ," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)