Bolehkah Berkurban Idul Adha untuk Orang yang Sudah Meninggal? Ini Penjelasannya

Beberapa mazhab seperti Hanafi, Maliki, dan Hambali menganggap hukum berkurban untuk orang yang sudah meninggal seperti sedekah.

dok.Tribunnews
Idul Adha 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Gintinh

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Melaksanakan ibadah kurban pada saat Idul Adha merupakan amalan yang sifatnya sunnah muakad, artinya sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Namun, masih banyak yang bertanya terkait bolehkah berkurban untuk orang yang sudah meninggal?

Wakil Sekretaris PWNU DIY, Ustaz Muhajir, mengatakan sebenarnya perintah untuk berkurban itu bagi orang yang masih hidup dan memiliki kelonggaran rezeki.

"Hanya saja jika pahala berkurban ingin dihadiahkan buat yang sudah meninggal juga tidak masalah. Itu sebagaimana bersedekah yang pahalanya buat orang meninggal," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, Kamis (23/07/2020).

Kemenag Kanwil DIY Minta Panitia Kurban Patuhi Protokol Kesehatan

Tuntunan Penyembelihan Hewan Kurban secara Syariat

Kemudian, lanjut Ustaz Muhazir, secara kontekstual yang menyatakan boleh atau tidaknya berkurban untuk orang yang sudah meninggal memang tidak ada.

Akan tetapi beberapa mazhab seperti Hanafi, Maliki, dan Hambali menganggap hukumnya seperti sedekah.

Para penjual kambing untuk kurban Iduladha di Pasar Siyono Harjo, Playen, Gunungkidul pada Rabu (22/07/2020)
Para penjual kambing untuk kurban Iduladha di Pasar Siyono Harjo, Playen, Gunungkidul pada Rabu (22/07/2020) (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)

Berikut mazhab yang memperbolehkan kurban bagi orang meninggal, namun hitungannya sebagai sedekah:

1) Mahzab Hanafi

Mazhab Hanafi berpendapat berkurban untuk orang yang meninggal dunia diperbolehkan.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved