Gunungkidul
Berawal Jadi Kluster, Kini Gadungsari Wonosari Bangkit dari COVID-19
Padukuhan Gadungsari di Wonosari, Gunungkidul sempat menjadi kluster dari kasus COVID-19 pertama.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Hal ini menunjukkan betapa warga Gadungsari saling mendukung satu sama lain.
Warga yang terinfeksi, baik yang sedang dirawat ataupun sembuh, ikut termotivasi.
Sebagai antisipasi, sejumlah gerakan diinisiasi warga secara mandiri.
Mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga menyediakan logistik selama masa karantina warga secara mandiri.
Ketua Karang Taruna Jatayu Gadungsari, Sulis mengatakan logistik disediakan oleh warga hingga dari sejumlah pihak.
Logistik diperlukan untuk mencegah warga keluar rumah selama masa karantina 14 hari.
"Setidaknya kebutuhan pokok, gizi, dan pribadi mereka terpenuhi selama menjalani karantina," kata Sulis.
• MPLS SMA/SMK Online, Sekolah di Gunungkidul Siapkan Pertemuan Sistem Shift
Sosialisasi protokol kesehatan dilakukan secara kencang. Mulai dari video hingga pemasangan banner edukasi.
Seperti pantauan Tribun Jogja beberapa waktu lalu, berbagai sudut pemukiman dipenuhi dengan poster dan banner tentang protokol kesehatan.
Lewat berbagai langkah mandiri ini, baik Sumarjono dan Sulis berharap Gadungsari lebih kuat dan mampu dalam mencegah penyebaran COVID-19.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi pun turut berkomentar terkait kebangkitan Gadungsari.
Dusun yang awalnya dihindari karena menjadi kluster, kini justru jadi teladan karena ketangguhannya.
"Gotong-royong, kerukunan, serta saling memikirkan satu sama lain menjadi kunci dari Gadungsari dalam menghadapi COVID-19. Ini patut ditiru oleh warga lain," kata Immawan lewat keterangannya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/salah-satu-poster-edukasi-terkait-protokol-kesehatan-covid-19-di-padukuhan-gadungsari.jpg)