Gunungkidul

Berawal Jadi Kluster, Kini Gadungsari Wonosari Bangkit dari COVID-19

Padukuhan Gadungsari di Wonosari, Gunungkidul sempat menjadi kluster dari kasus COVID-19 pertama.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Salah satu poster edukasi terkait protokol kesehatan COVID-19 di Padukuhan Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Padukuhan Gadungsari di Wonosari, Gunungkidul sempat menjadi kluster dari kasus COVID-19 pertama.

Sebab, sebanyak 8 warganya dinyatakan positif dan menyebabkan puluhan lainnya harus menjalani isolasi mandiri.

Kini, aktivitas warga Gadungsari perlahan kembali normal.

Bahkan belum lama ini, oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Gadungsari dikukuhkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara.

Semua ini, menurut Dukuh Gadungsari Sumarjono, tak lepas dari peran aktif dan kerjasama seluruh warga.

Inisiatif langsung timbul sejak kasus pertama.

SE Gubernur DIY Terbit, Disdikpora Gunungkidul Tetap Terapkan Belajar dari Rumah

"Begitu ada satu warga kami yang dinyatakan positif COVID-19 waktu itu, warga langsung bergerak untuk melakukan isolasi mandiri," tutur Sumarjono ditemui beberapa waktu lalu.

Kasus tersebut jelas mengguncang warga Gadungsari.

Apalagi menyusul kemudian ada 7 warga lainnya dinyatakan positif COVID-19, di rentang tanggal 17 April hingga 7 Mei 2020.

Kondisi ini menjadikan Gadungsari sebagai kluster COVID-19, pertama di Gunungkidul.

Sumarjono termasuk yang dinyatakan positif pada 7 Mei lalu.

Ia pun kemudian harus menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Wonosari.

"Setelah seminggu lebih menjalani perawatan, saya dinyatakan sembuh dan boleh pulang pada 16 Mei," ujarnya.

Gunungkidul Bertambah 2 Kasus Positif COVID-19, Terkait Kasus Nakes di Playen

Bukannya menghindar, puluhan warga justru menyambut kepulangan Sumarjono.

Hal ini menunjukkan betapa warga Gadungsari saling mendukung satu sama lain.

Warga yang terinfeksi, baik yang sedang dirawat ataupun sembuh, ikut termotivasi.

Sebagai antisipasi, sejumlah gerakan diinisiasi warga secara mandiri.

Mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga menyediakan logistik selama masa karantina warga secara mandiri.

Ketua Karang Taruna Jatayu Gadungsari, Sulis mengatakan logistik disediakan oleh warga hingga dari sejumlah pihak.

Logistik diperlukan untuk mencegah warga keluar rumah selama masa karantina 14 hari.

"Setidaknya kebutuhan pokok, gizi, dan pribadi mereka terpenuhi selama menjalani karantina," kata Sulis.

MPLS SMA/SMK Online, Sekolah di Gunungkidul Siapkan Pertemuan Sistem Shift

Sosialisasi protokol kesehatan dilakukan secara kencang. Mulai dari video hingga pemasangan banner edukasi.

Seperti pantauan Tribun Jogja beberapa waktu lalu, berbagai sudut pemukiman dipenuhi dengan poster dan banner tentang protokol kesehatan.

Lewat berbagai langkah mandiri ini, baik Sumarjono dan Sulis berharap Gadungsari lebih kuat dan mampu dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi pun turut berkomentar terkait kebangkitan Gadungsari.

Dusun yang awalnya dihindari karena menjadi kluster, kini justru jadi teladan karena ketangguhannya.

"Gotong-royong, kerukunan, serta saling memikirkan satu sama lain menjadi kunci dari Gadungsari dalam menghadapi COVID-19. Ini patut ditiru oleh warga lain," kata Immawan lewat keterangannya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved