Jawa
Masyarakat Diharapkan Tetap Tenang, BPBD Kabupaten Magelang Sudah Persiapkan Langkah Strategis
BPBD Kabupaten Magelang sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan juga melakukan persiapan menghadapi potensi kerawanan yang bisa terjadi.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Sesuai konsep sister village yang akan diingatkan kembali kepada masyarakat yang sebelumnya sudah terlatih.
• Gempa Vulkanik Dangkal Sempat Terekam, BPBD Kabupaten Magelang Terus Pantau Kondisi Gunung Merapi
"Kita akan cek lagi TEA yang kita punya. Kita akan evaluasi lagi jalan evakuasi seperti apa. Ketersediaan logistik juga disiapkan. Tempat pengungsian seperti TEA itu kita cek kekurangannya apa. Renops kita akan disesuaikan dengan covid-19. Karena masih dalam pandemi dan ini belum selesai. Kalau terjadi pengungsian, tujuh prinsip dasar kehidupan normal produktif dan aman covid harus dijalankan. Kalau itu dijalankan, kami juga harus melihat jumlah pengungsi dan kapasitas. Meski tidak ringan, tetapi kami harus mempersiapkan diri. Untuk masyarakat tetap tenang saja. Biar kami yang mempersiapkan diri dengan segala kekuatannya," kata Edy.
Soal anggaran, Bupati Magelang, Zaenal Arifin telah memerintahkan agar Belanja Tak Terduga (BTT) bencana alam sebesar Rp 5 Miliar itu tak terganggu.
Anggaran sebesar Rp 5 Miliar itu, telah terpakai sebesar Rp 625 juta.
BPBD akan menggunakan sisa anggaran tersebut untuk melakukan persiapan.
Soal kekuatan, BPBD Kabupaten Magelang juga didukung oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BNPB.
Rencananya, Senin (6/7/2020) besok, BPBD juga akan menyelenggarakan rapat internal untuk melihat kesiapan dan membaca kekuatan kembali.
Seusai rapat internal, rapat koordinasi lebih luas akan dilaksanakan sembari terus mengikuti perkembangan dari BPPTKG.
"Bapak Bupati sudah memerintahkan untuk tidak mengganggu BTT bencana alam yang awal kemarin Rp 5 Miliar, tetapi sudah digunakan Rp 625 juta. Sisanya tidak boleh diganggu. Kita bisa gunakan untuk mempersiapkan ini. Kita analisis dan rapat koordinasi kita perluas sambil terus mengikuti perkembangan dari BPPTKG. Bupati juga telah memberi perintah jelas tadi malam, persiapkan segala sesuatunya dan kita terjemahkan itu di lapangan," kata Edy.
• Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, BPBD DIY Liburkan Aktivitas Penambang Pasir di Kali Gendol
Pembuat Hoaks Merapi Bakal Ditindak Tegas
Edy mengatakan, pihaknya mengkomunikasikan hal ini kepada masyarakat dengan hati-hati, sehingga tidak ada kepanikan yang berlebihan.
Pihaknya pun akan menindak tegas kepada pelaku yang membuat berita bohong atau hoaks soal Gunung Merapi.
Ia akan melaporkan kepada pihak kepolisian.
"Kami juga harus hati-hati mengkomunikasikan ini ke masyarakat. Agar masyarakat tidak panik.Kita berharap jangan ada pihak manapun membuat berita hoaks. Jika ada, saya serahkan polisi, karena ini membahayakan. Saat ini kita menghadapi Covid-19 dan Merapi ini. Sekarang masa sulit, jangan main-main dengan informasi. Saya sudah komitmen akan lapor polisi jika ada pembuat hoaks," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)