Jawa

Masyarakat Diharapkan Tetap Tenang, BPBD Kabupaten Magelang Sudah Persiapkan Langkah Strategis

BPBD Kabupaten Magelang sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan juga melakukan persiapan menghadapi potensi kerawanan yang bisa terjadi.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, melihat perkembangan terkini Gunung Merapi di kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Masyarakat diharapkan tetap tenang dengan peningkatan aktivitas Gunung Merapi baru-baru ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan juga melakukan persiapan menghadapi potensi kerawanan yang bisa terjadi.

Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, Minggu (5/7/2020).

Ia mengatakan, peningkatan aktivitas yang dimaksud adalah gempa vulkanik dangkal dalam jangka waktu yang pendek pada Sabtu (4/7/2020) kemarin, dan deformasi atau inflasi jarak yang masih terjadi.

Informasi soal gempa vulkanik dangkal sendiri diterima oleh Edy pada Sabtu (4/7/2020) kemarin, sekitar pukul 17.30 WIB sore, bahwa mulai pukul 15.00-17.00 WIB telah terjadi gempa tersebut.

Gunung Merapi Masuki Fase Intrusi Baru, Warga Sekitar Lereng Masih Beraktivitas Normal

"Ada peringatan dari BPPTKG, kemarin dalam waktu yang pendek terjadi gempa vulkanik dangkal. Kami diberitahu (BPPTKG) soal itu. Kemudian, deformasi atau inflasi jaraknya juga masih terjadi. Itu gejala yang menurut BPPTKG biasa, tapi meskipun biasa untuk kami yang bertugas menangani bencana, harus menjadi dasar mengambil langkah strategis," tutur Edy, Minggu (5/7/2020), saat diwawancarai di Kantor BPBD Kabupaten Magelang.

Menurut BPPTKG, gejala itu adalah gejala biasa. Kendati demikian, BPBD yang bertugas menangani bencana, merasa perlu melakukan persiapan.

Langkah strategis dipersiapkan. Pertama, BPBD telah melakukan sosialisasi terkait perkembangan Merapi terkini kepada masyarakat yang tinggal di desa di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.

Masyarakat diingatkan lagi kesiapsiagaan dan imbauan pengosongan radius tiga kilometer dari puncak.

"Kami sudah mengumpulkan dan memberikan informasi kepada segenap kepala desa. Nanti, informasi akan diteruskan kepada masyarakat agar tetap tenang. Meski belum dapat memastikan, tetapi prediksi BPPTKG, jika memang terjadi letusan, maka akan seperti letusan sebelumnya. Hanya jumlah material dan kualitasnya berbeda. Ada juga potensi guguran dan awan panas yang juga diwaspadai. Sekarang tiga kilometer juga wajib kosong dan harus mewaspadai, sampai dengan nanti pemberitahuan dari BPPTKG," kata Edy.

Langkah selanjutnya, BPBD Kabupaten Magelang akan mengecek lagi Tempat Evakuasi Akhir (TEA), jalur evakuasi dan ketersediaan logistik.

Selain itu, juga menyamakan rencana operasi atau renops dengan protokol Covid-19 dan tujuh prinsip dasar kenormalan baru yang mesti dijalankan, karena pandemi masih belum selesai.

Sejauh ini sudah ada 27 TEA tersebar di beberapa kecamatan. 27 TEA ini diperkirakan dapat menampung 19 desa di KRB III.

Selain itu ada 42 desa penyangga dengan balai desa, dan fasilitas publik lainnya.

Sesuai konsep sister village yang akan diingatkan kembali kepada masyarakat yang sebelumnya sudah terlatih.

Gempa Vulkanik Dangkal Sempat Terekam, BPBD Kabupaten Magelang Terus Pantau Kondisi Gunung Merapi

"Kita akan cek lagi TEA yang kita punya. Kita akan evaluasi lagi jalan evakuasi seperti apa. Ketersediaan logistik juga disiapkan. Tempat pengungsian seperti TEA itu kita cek kekurangannya apa. Renops kita akan disesuaikan dengan covid-19. Karena masih dalam pandemi dan ini belum selesai. Kalau terjadi pengungsian, tujuh prinsip dasar kehidupan normal produktif dan aman covid harus dijalankan. Kalau itu dijalankan, kami juga harus melihat jumlah pengungsi dan kapasitas. Meski tidak ringan, tetapi kami harus mempersiapkan diri. Untuk masyarakat tetap tenang saja. Biar kami yang mempersiapkan diri dengan segala kekuatannya," kata Edy.

Soal anggaran, Bupati Magelang, Zaenal Arifin telah memerintahkan agar Belanja Tak Terduga (BTT) bencana alam sebesar Rp 5 Miliar itu tak terganggu.

Anggaran sebesar Rp 5 Miliar itu, telah terpakai sebesar Rp 625 juta.

BPBD akan menggunakan sisa anggaran tersebut untuk melakukan persiapan.

Soal kekuatan, BPBD Kabupaten Magelang juga didukung oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BNPB.

Rencananya, Senin (6/7/2020) besok, BPBD juga akan menyelenggarakan rapat internal untuk melihat kesiapan dan membaca kekuatan kembali.

Seusai rapat internal, rapat koordinasi lebih luas akan dilaksanakan sembari terus mengikuti perkembangan dari BPPTKG.

"Bapak Bupati sudah memerintahkan untuk tidak mengganggu BTT bencana alam yang awal kemarin Rp 5 Miliar, tetapi sudah digunakan Rp 625 juta. Sisanya tidak boleh diganggu. Kita bisa gunakan untuk mempersiapkan ini. Kita analisis dan rapat koordinasi kita perluas sambil terus mengikuti perkembangan dari BPPTKG. Bupati juga telah memberi perintah jelas tadi malam, persiapkan segala sesuatunya dan kita terjemahkan itu di lapangan," kata Edy.

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, BPBD DIY Liburkan Aktivitas Penambang Pasir di Kali Gendol

Pembuat Hoaks Merapi Bakal Ditindak Tegas

Edy mengatakan, pihaknya mengkomunikasikan hal ini kepada masyarakat dengan hati-hati, sehingga tidak ada kepanikan yang berlebihan.

Pihaknya pun akan menindak tegas kepada pelaku yang membuat berita bohong atau hoaks soal Gunung Merapi.

Ia akan melaporkan kepada pihak kepolisian.

"Kami juga harus hati-hati mengkomunikasikan ini ke masyarakat. Agar masyarakat tidak panik.Kita berharap jangan ada pihak manapun membuat berita hoaks. Jika ada, saya serahkan polisi, karena ini membahayakan. Saat ini kita menghadapi Covid-19 dan Merapi ini. Sekarang masa sulit, jangan main-main dengan informasi. Saya sudah komitmen akan lapor polisi jika ada pembuat hoaks," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved