Bantul

Polemik PPDB SMP di Bantul, Pemkab Bikin Aturan Baru Dua Hari Jelang Penutupan Jalur Zonasi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengeluarkan kebijakan anyar terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi, setelah menerima banyak k

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Perwakilan orang tua siswa yang anaknya terlempar dari PPDB SMP karena faktor usia, audiensi dengan Pimpinan dan Anggota DPRD Bantul, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengeluarkan kebijakan anyar terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi, setelah menerima banyak keluhan dari para orang tua atau wali calon murid, yang anaknya terlempar karena permasalahan usia.

Eksekutif resmi mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Bantul No.67/2020, tentang perubahan Perbup No.28/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PPDB, pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, yang ditandatangani Bupati Suharsono tanggal 29 Juni.

"Dalam hal calon peserta didik di zonasi 500 meter lokasi SMP dan jumlahnya melebihi 5 persen dari daya tampung SMP yang bersangkutan, dilakukan seleksi berdasarkan jarak lebih dekat domisili calon peserta didik dari lokasi SMP," ungkap Suharsono, dalam surat tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko menjelaskan, aturan itu dikeluarkan untuk mengakomodir keluhan masyarakat. Ia pun berujar, calon anak didik yang rumahnya berada di lingkungan sekolah, sebisa mungkin wajib diterima di sana.

PPDB SMP di Gunungkidul, Terkendala Listrik hingga Bingung Panduan Pendaftaran

"Pak Bupati lalu mengakomodir kepentingan masyarakat, khususnya yang berada di lingkungan sekolah. Masak anak rumahnya samping sekolah, tidak diterima. Itu kemudian menjadi latar belakang kemunculan peraturan bupati tersebut," cetusnya, dikonfirmasi Selasa (30/6/20).

Menurutnya, berdasarkan Perbub anyar, calon murid yang kemarin sempat tergusur dan gagal masuk sekolah negeri yang dituju karena permasalahan umur, dipastikan dapat mendaftar kembali.

Dengan syarat, jarak rumah siswa dengan sekolah tujuan, ada di kisaran 500 meter.

"Ya, kalau kemarin sudah tersingkir, itu bisa diaktifkan lagi dan daftarkan kembali. Pendaftaran yang kemarin itu bisa dicabut, kemudian mendaftar di sekolah yang lokasinya berada di lingkungannya," terang Isdarmoko.

Ia mengatakan, pengeluaran Perbub yang terkesan cukup mendadak atau hanya dua hari menjelang penutupan PPDB jalur zonasi ini, adalah untuk menjembatani keinginan dari masyarakat.

Sebab, dengan Perbub, anak yang terlempar karena usia, bisa mendaftar kembali di sekolah negeri.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved