Breaking News:

Kota Yogyakarta

Seperti Pendatang, Mahasiswa Wajib Membawa Surat Sehat dan Isolasi Mandiri

Mahasiswa yang datang ke Kota Yogyakarta diperlakukan sama dengan pendatang dari luar Kota Yogyakarta.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Tribunjogja/Christi Mahatma
Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memberikan keterangan kepada wartawan usai zoom meeting di Ruang Yudistira Balaikota Yogyakarta, Selasa (16/06/2020). 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi mengatakan jumlah mahasiswa di Kota Yogyakarta mencapai 200.000, sementara penduduk Kota Yogyakarta sekitar 400.000.

Untuk itu, ia meminta agar mahasiswa yang datang benar-benar mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

"Jumlah mahasiswa itu setengah warga Kota Yogyakarta, makanya kita harus hati-hati betul. Kita dengan Pak Wawali sudah rapat dengan rektor-rektor, harapannya bisa mengatur jadwal perkuliahan, agar tidak bareng-bareng," terangnya.

"Kita juga minta agar mahasiswa datang lebih awal, agar bisa melakukan isolasi mandiri. Kalau bisa universitas juga menyediakan untuk isolasi mandiri bagi mahasiswa. Kita terus koordinasikan," sambungnya.

Terpisah, Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Triyono Hari Kuncoro menambahkan status dan kondisi DIY harus menjadi faktor utama pertimbangan pelaksanaan agenda pendidikan, salah satunya teknis kedatangan mahasiswa.

Menurut dia, perlu protokol kesehatan yang ketat.

UPDATE Terbaru Virus Corona di Indonesia, Pasien Sembut Tambah 417 Orang, DKI Terbanyak, Jatim Kedua

"Dibutuhkan mekanisme protokol kesehatan yang ketat, agar tidak menimbulkan klaster baru. Protokol kesehatan bisa berupa bukti rapid tes, PCR, terutama bagi yang datang dari luar DIY,"tambahnya.

Pihaknya juga mendorong Pemkoy Yogyakarta untuk mempersiapkan fasilitas bagi mahasiswa yang tidak membawa surat kesehatan.

Menurutnya kesiapan Pemkot Yogyakarta dalam menyambut mahasiswa penting, agar tidak menjadi klaster baru.

"Pemerintah dan pihak kampus harus cermat mengantisipasi segala resiko yang mungkin terjadi. Kesiapan pondokan bagi mahasiswa juga perlu siap dan kooperatif. Tidak hanya pemerintah saja, masyarakat juga ikut terlibat," tambahnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved